Menenun Kenangan dan Kemandirian di Perjalanan Sekolah Tanpa Dinding
LAMPUNG UTARA, INDONEWS — Ada binar yang berbeda di mata ratusan siswa kelas VIII SMPN 7 Kotabumi saat mereka berkumpul di Stadion Sukung, Kamis (23/4/2026) pagi.
Bukan karena mereka akan meninggalkan tumpukan buku di kelas, melainkan karena hari itu mereka akan menuliskan cerita di lembar kehidupan yang nyata.
Sebanyak lima bus berjajar rapi, siap menjadi saksi bisu perjalanan menuju Bandar Lampung. Bagi banyak siswa, ini bukan sekadar perjalanan wisata ke Lembah Hijau atau Mall Bumi Kedaton.
Ini adalah momen di mana mereka belajar “menjadi dewasa” dalam sehari, belajar menjaga teman, mengatur waktu, dan berinteraksi dengan dunia yang lebih luas.
“Kita ingin mereka merasa bahwa belajar itu tidak selalu soal papan tulis,” ungkap Septiana Wati, Plt. Kepala SMPN 7 Kotabumi, dengan senyum hangat di sela-sela kesibukannya memantau rombongan.
Di Lembah Hijau, suasana berubah menjadi ruang kelas raksasa yang asri. Tak ada sekat antara guru dan murid saat mereka bersama-sama mengagumi kekayaan alam.
Pelajaran kemandirian muncul saat para siswa harus mengurus diri sendiri dan kelompoknya, sementara pelajaran empati lahir saat mereka berbagi canda dan bekal di sela lelahnya langkah kaki.
“Melihat mereka tertawa bersama dan saling bantu, itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Di sini, persaudaraan mereka benar-benar diuji dan dipererat,” tambah Septiana.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di balik kurikulum akademik, ada pembangunan karakter yang tak kalah penting.
Kemandirian dan kerja sama yang mereka pupuk selama perjalanan ini diharapkan akan menjadi bekal yang mereka bawa pulang ke rumah, lebih dari sekadar suvenir yang mereka beli di pusat perbelanjaan.
Saat bus perlahan meninggalkan Bandar Lampung menuju Kotabumi di sore hari, kelelahan yang tampak di wajah para siswa tertutupi oleh senyum kepuasan.
Mereka pulang tidak hanya membawa pengetahuan baru tentang destinasi wisata, tetapi juga membawa potongan kenangan tentang indahnya kebersamaan yang mungkin akan mereka ingat hingga puluhan tahun mendatang. (Andre)





























Comments