0

JAKARTA, INDONEWS – Beberapa hari belakangan ini, langit pemberitaan media nasional dan media sosial di negeri ini dihebohkan dengan adanya pemberitaan terkait siapa yang paling berjasa dalam menjadikan seorang Joko Widodo menjadi Presiden ke-7 RI.

Ada pihak-pihak yang merasa berjasa menjadikan Jokowi sebagai Gubernur DKI, memboyong Jokowi dari Solo ke Jakarta sebagai cikal bakal modal politik untuk maju sebagai calon presiden pada pemilihan presiden tahun 2014.

Ada juga yang merasa paling berjasa dalam mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden dalam Pilpres 2014.

Menyikapi riuh rendah yang sedang bergulir tersebut, Sekjend DPP BaraJP, Boy Nababan mengatakan bahwa seorang Jokowi dapat menjadi Presiden ke-7 RI merupakan kehendak Tuhan dan takdir sejarah bagi Bangsa Indonesia.

“Pak Jokowi itu hanya warga negara biasa, bukan Ketua Umum Partai Politik, bukan darah biru, bukan konglomerat ataupun saudagar yang memiliki uang berlimpah untuk membiyai kampanye level nasional. Jokowi adalah kita, seorang masyakat awam yang diberikan kepercayaan oleh mayoritas warga negara Indonesia untuk menjadi seorang Walikota, Gubernur dan Presiden,” ujar Boy.

BACA JUGA :  Soal Penempatan Polisi di Lembaga Sipil, Begini Kata Anggota DPR RI

Boy juga menjelaskan bahwa pada awal tahun 2013 masyarakat mulai melihat sosok Jokowi sebagai harapan baru bagi Indonesia. Kelompok-kelompok masyrakat tersebut kemudian pada Juni 2013 menyatu dan mendeklarasikan berdirinya Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) dengan target dan tujuan agar Jokowi bisa menjadi salah satu calon presiden dalam Pilpres 2014.

“Kegerakan kerelawanan BaraJP sebagai pioner organisasi relawan pada saat itu menjadi sebuah fenomena baru dalam belantika kancah perpolitikan di Indonesia yang mana mampu mengimbangi partai politik dalam mempengaruhi arah dan sikap masyarakat dalam memilih calon presiden. Namun meskipun demikian, BaraJP tidak akan pernah merasa paling berjasa dalam menjadikan Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 RI,” ungkap Boy.

“Pak Jokowi menjadi Presiden ke-7 RI merupakan kehendak Tuhan dan takdir sejarah Bangsa Indonesia. Mayarakatlah yang memilih, suara rakyat adalah suara Tuhan dan BaraJP bersyukur telah ikut menulis dalam arak-arakan sejarah Indonesia tentang lahirnya seorang pemimpin yang sangat dicintai oleh rakyat Indonesia, bahkan hingga saat tidak menjabat sebagai presiden, pak Jokowi senantiasa dikunjungi oleh masyrakat Indonesia dari seluruh penjuru tanah air,” pungkas Boy.

BACA JUGA :  AMB Minta Semua Pihak Objektif Melihat Persoalan di Wadas

Terhadap situasi nasional dan geopolitik global yang buruk pada saat ini, BaraJP berharap agar masyarakat Indonesia tidak terpancing pada hal-hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan nasional.

“Pemerintah kita sedang bekerja keras, butuh dukungan penuh dari seluruh komponen anak bangsa agar negara kita mampu melewati masa-masa krisis global di tahun 2026 ini dengan baik dan aman,” tutup Boy. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Nasional