SUMEDANG, INDONEWS | Berbeda dengan Cafe atau rumah makan lain, Cafe In Coffee yang berlokasi di Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, menyuguhkan tiga treatmen sekaligus. Memadukan wisata kuliner dan entertainmen dalam satu kawasan, cafe ini memanfaatkan lokasi strategis yang dekat dengan akses Tol Cisumdawu.
Owner In Coffee Pamulihan, H. Andriansyah mengatakan dengan tagline one stop kuliner, segala kebutuhan konsumen disediakan di sana. Cafe yang berada di jalur strategis menjadikannya mudah dijangkau pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Tentu saja, selain akses yang mudah dijangkau, cafe ini sudah dilengkapi fasilitas yang memadai seperti area parkir luas, mushola, toilet, view pemandangan Tol dari ketinggian dan mampu menampung banyak pengunjung.
“Kalau Bandung Barat punya Cafe Ita di Punclut, Sumedang juga punya In Coffee,” ujar pria yang akrab disapa Andri Ijonk.
Selama bulan Ramadan, In Coffee juga menggelar berbagai kegiatan sosial. Selain menjadi tempat berbuka puasa bersama (bukber), cafe ini turut mengadakan santunan bagi anak yatim serta menampung berbagai kalangan masyarakat yang ingin berkumpul di suasana Ramadan.
Andriansyah menjelaskan, selain menyajikan berbagai makanan dan minuman, keunggulan In Coffee terletak pada panorama alamnya. Dari lokasi cafe, pengunjung dapat menikmati pemandangan tiga pegunungan sekaligus serta melihat bentangan wilayah sekitar Tol Cisumdawu.
“View di sini menjadi nilai lebih bagi pengunjung. Sebab mereka bisa menikmati pemandangan pegunungan yang indah tak hanya siang hari, namun malam hari dengan lampu trafik light,” katanya.
Demi semakin memanjakan pelanggan, kedepan, pihaknya akan mengembangkan konsep entertainment dengan membangun panggung besar untuk berbagai kegiatan hiburan masyarakat.
Panggung tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk beragam kegiatan, mulai dari pagelaran seni dan budaya, olahraga, hingga event komunitas seperti wayang golek, pasanggiri jaipong, lomba marawis, serta berbagai pertunjukan lainnya.
Bahkan, berbagai aliran musik dari genre dangdut, Pop, Jazz, Band hingga musik religi.
Selain itu, In Coffee juga disiapkan sebagai tempat berbagai kegiatan masyarakat seperti resepsi pernikahan (wedding), nonton bareng (nobar), kopi darat komunitas (kopdar), sosialisasi program pemerintah, bimbingan teknis (bimtek) hingga berbagai pertemuan dan acara publik lainnya.
In Coffee juga berencana menggelar kegiatan In Coffee Wallker, yakni aktivitas jalan santai dengan rute di sekitar area kafe yang dapat diikuti semua kalangan, bahkan anak-anak usia 3 hingga lansia.
Andri Ijonk berharap dengan hadirnya konsep hiburan tersebut, In Coffee dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat sekaligus destinasi wisata baru di Kabupaten Sumedang.
Ia menambahkan, meski masih dalam tahap pengembangan, sejumlah artis nasional bahkan pengunjung dari berbagai negara seperti Australia, Jerman, Singapura, China, Jepang dan negara lainnya sudah mulai datang ke In Coffee.
“Harapannya setelah entertainment berjalan, artis-artis terkenal juga mau datang dan tampil di sini,” pungkasnya. (*/man)





























Comments