TANGERANG, INDONEWS — Kawanan mata elang (matel) atau debt collector (DC) meresahkan masyarakat, terlebih saat ini di bulan ramadan.
Matel dikenal sering mengelabui masyarakat dengan menarik unit kendaraan bermotor. Seperti terjadi pada M yang menunggak cicilan selama dua bulan, namun sudah berjanji akan bayar.
Pada tanggal 3-4 Maret, M mengaku akan melakukan pembayaran atas tunggakannya, tetapi naas kendaraannya diberhentikan di tengah jalan dan dibawa ke kantor PT. APL Bima Mandiri, jalan Raya Serang KM 17.5, Desa Talaga, tepatnya depan pom bensin Bojong.
Saat M menjelaskan bahwa motor akan dibayarkan tanggal 3 Maret, pihak PT. APL Bima Mandiri tidak menghiraukannya, bahkan meminta biaya tarik biaya tarik atau BT sebesar Rp. 1,6 juta.
Atas hal itu, M mengaku keberatan, untuk membayar angsuran saja susah, kini diminta untuk membayar BT Rp. 1,6 juta.
M pun berharap adanya keadilan atau dapat mendapat ketenangan dalam menyelesaikan permasalahan ini.
“Saya berharap aparat penegak hukum juga dapat menertibkan DC atau mata elang yang arogan dan main rampas kendaraan seenaknya,” tukas M. (Valent)



























Comments