0

BIREUEN, INDONEWSKrisis air bersih yang berkepanjangan terus menghantui kehidupan warga Pasar Kering Blok M, Desa Meunasah Capa, Dusun Blok Kabupaten Bireuen.

Sedikitnya 106 jiwa yang menggantungkan hidup dan penghidupan di kawasan pasar tersebut harus menjalani hari-hari penuh keterbatasan, akibat tidak tersedianya akses air bersih yang layak, kondisi yang telah berlangsung bertahun-tahun tanpa kepastian solusi.

Dalam memenuhi kebutuhan paling dasar, mandi, mencuci, hingga bersuci untuk ibadah, warga terpaksa menumpang air di meunasah setempat, sebuah pilihan darurat yang sarat keterbatasan dan tidak sebanding dengan kebutuhan harian yang terus meningkat.

Keadaan ini bukan sekadar soal fasilitas, melainkan menyentuh langsung martabat hidup manusia.

Cekta, salah seorang warga Pasar Kering Blok M, menuturkan pada Senin (09/02/2026), bahwa ketiadaan air bersih telah menimbulkan dampak serius.

Debu yang beterbangan di area pasar setiap hari tidak hanya mengganggu aktivitas usaha, tetapi juga mengancam kesehatan warga, khususnya risiko terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Setiap hari kami menghirup debu. Tidak ada air untuk membersihkan lingkungan. Ini sangat menyiksa, apalagi bagi kami yang tetap berusaha bertahan membuka usaha demi keluarga,” ungkap Cekta dengan nada penuh keprihatinan.

BACA JUGA :  Antisipasi Banjir, Pemdes Hegarmanah Keruk Sungai Cipasir

Ironisnya, dalam perspektif Islam, yang menjadi napas kehidupan masyarakat Aceh, air adalah nikmat fundamental dan sumber kehidupan utama. Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa “dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup” (QS. Al-Anbiya: 30). Air bukan hanya penopang kehidupan jasmani, tetapi juga syarat sah ibadah, sarana bersuci (thaharah), dan simbol kesucian yang disebutkan lebih dari 200 kali dalam Al-Qur’an.

Islam mengajarkan bahwa air harus dijaga kelestariannya, dimanfaatkan secara adil, dan tidak boleh menjadi sumber kesengsaraan. Ketika air, nikmat paling mendasar, tidak mengalir kepada mereka yang berusaha hidup dengan halal, maka yang terancam bukan hanya kesehatan, tetapi juga keadilan sosial dan nilai kemanusiaan.

Pasar, dalam Islam, adalah ruang penting bagi aktivitas ekonomi umat. Ia menjadi tempat ujian kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab moral.

Pemerintah, dalam konsep Al-Hisbah, memiliki peran strategis menjaga keseimbangan, memastikan keadilan, dan mencegah kemudaratan bagi rakyatnya. Tanpa dukungan infrastruktur dasar seperti air bersih, pasar kehilangan ruhnya sebagai penggerak ekonomi dan kesejahteraan.

BACA JUGA :  Polres Lampung Utara Ungkap 10 Kasus C3 Dan Amankan 9 Pelaku

Oleh karena itu, warga Pasar Kering Blok M menaruh harapan besar kepada kepemimpinan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, agar persoalan yang telah lama terabaikan ini segera mendapat perhatian serius.

Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya mendengar laporan di atas kertas, tetapi turun langsung melihat kenyataan di lapangan, menyaksikan bagaimana rakyat berjuang dalam keterbatasan.

Sebab pada akhirnya, pembangunan bukan hanya soal beton dan angka, melainkan tentang memastikan bahwa setiap tetes air dapat mengalir hingga ke denyut kehidupan rakyat kecil. Ketika air mengalir dengan adil, di situlah keberpihakan, kepemimpinan, dan nilai kemanusiaan benar-benar diuji. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.