0

BANDUNG, INDONEWS –Bulan Suci Ramadhan tinggal menghitung hari. Namun persiapan pengamanan arus mudik lebaran tahun 2026 sudah dipersiapkan Polda Jabar sebagai upaya memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar menyusun strtegi dalam mempersiakan pengamanan arus mudik dan balik lebaran nanti.

Direktur Lalu Lintas Polda Jabar, Kombes Pol. Raydian Kokrosono mengungkapkan, operasi ketupat yang akan dilaksanakan menjelang lebaran nanti sudah banyak upaya yang dilaksanakan secara preemptive dan preventif bersama tim.

Menurutnya, Kapolda Jabar sudah menyelenggarakan rapat internal untuk me-manage anggota yang akan bertugas dalam Operasi Ketupat 2026.

“Survei-survei sudah kita laksanakan. Dari lalu lintas kita sudah bergerak ke titik-titik yang akan menjadi trouble spot dan black spot pada Operasi Ketupat 2026,” kata pria yang hampir sebulan menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Jabar itu, di Bandung, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, hal tersebut berdasarkan hasil evaluasi tahun lalu, sehingga diharapkan pada tahun inui, permasalahan tahun sebelumnya bisa diperbaiki.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Penganiayaan Terhadap SW Masuki Pemeriksaan Saksi

“Dengan demikian, pengamanan operasi ketupat nanti sesuai harapan pak Kapolda Jawa Barat, bisa lebih meningkat,” ujarnya.

Lebih jauh ia menerangkan, jalur yang diantisipasi antara lain jalur Trans Jawa.

“Karena kita ini menerima limpahan arus dari Metro, dari Jakarta, kemudian arus balik kita menerima dari Jawa Tengah. Jadi Jawa Barat ini merupakan tumpuan,” katanya.

Pihaknya juga berharap adanya peran aktif dari stakeholder lain.

“Minggu depan kami akan melaksanakan rapat secara internal bersama lima pilar keselamatan dan forum LLAJ serta instansi-instansi terkait agar Operasi Ketupat bisa lebih lancar. Selain itu, ada jalan arteri,  selatan dan pantura serta tempat wisata. Itu yang perlu kita perhatikan nanti,” paparnya.

Disinggung terkait tol Cisumdawu, pihaknya mengaku akan membantu instansi terkait untuk bisa mensosialisasikan kepada masyarakat agar Tol Cisumdawu bisa lebih maksimal sebagai jalur representatif melaksanakan mudik.

“Sementara Polda Jabar akan mengoptimalkan ETLE handheld guna mengurangi tingkat pelanggaran. Kita kurang lebih 30-an handheld sudah tersebar di Ditlantas dan di polres-polres jajaran,” katanya.

BACA JUGA :  Kantor RW 29 Diserobot Paguyuban, Polisi Dinilai Diam

Reydian menyebutkan, handheld bisa menindak dengan bergerak, sehingga tempat-tempat yang tidak terkaper dengan ETLE Statis dapat dilakukan penegakan melalui handheld.

“Insha Allah kita lebih sigap, lebih bisa mengkaper daerah-daerah yang tidak terkaper ETLE Statis,” tandasnya. (Yadi)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Peristiwa