0

Isu Penundaan Pembayaran Jadi Promosi Gratis Atas Pencapaian Pembangunan di Kabupaten Bogor

BOGOR, INDONEWS — Aktivis, Advokat sekaligus Ketua Kantor Hukum ABRI, H. Nur Kholis menyebutkan, penggabungan strategi dan manajemen konflik menaikkan pamor pemerintahan di era Bupati Bogor Rudy Susmanto.

“Keberhasilan pemerintah Kabupaten Bogor dibawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto semakin dikenal luas, tidak hanya di antara masyarakat lokal, tetapi juga oleh warga Indonesia di berbagai daerah,” ujar Nur Kholis, dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).

Masifnya pemberitaan mengenai penundaan pembayaran proyek pembangunan dinilai telah menarik perhatian publik untuk lebih memahami keberhasilan pembangunan yang merata hingga ke sudut-sudut Kabupaten Bogor.

Kajian mendalam yang dilakukan H. Nur Kholis, menggarisbawahi makna ungkapan “Biar Tekor Asal Kesohor”, dimana tantangan yang muncul justru bertransformasi menjadi peluang emas untuk mempromosikan kemajuan Pemerintah Kabupaten Bogor secara gratis.

“Prestasi yang dicapai bukan hanya berkat arahan tegas dari Bupati Rudy, yang juga pernah menjabat sebagai Ajudan Presiden Prabowo Subianto. Dengan didikan dan jiwa disiplin yang tinggi, Rudy Susmanto berhasil menjalin kerja sama erat antara seluruh SKPD, stakeholder strategis, masyarakat, serta praktisi hukum untuk mewujudkan Bogor Istimewa,” katanya.

Konteks Penundaan Pembayaran Proyek

Beberapa media telah mengangkat isu penundaan pembayaran proyek di Kabupaten Bogor, H. Nur Kholis dengan tegas menegaskan bahwa hal ini bukan kesalahan yang fatal atau disengaja, melainkan akibat dinamika sistem perbankan dan kompleksitas pengelolaan anggaran daerah.

“Data resmi menunjukkan bahwa penundaan tersebut terjadi akibat sistem tutup buku pada akhir tahun serta mekanisme perbankan yang memengaruhi sinkronisasi antara prediksi dan realisasi anggaran, yang menjadi salah satu faktor penyebab penundaan tersebut,” paparnya.

BACA JUGA :  Dukungan Warga Sukajaya Menguatkan Tekad Bayu Syahjohan untuk Bogor Lebih Baik

Menurut analisis Nur Kholis, momen ini justru berfungsi sebagai “sarana promosi gratis” yang sangat efektif. Publik tidak hanya melihat persoalan administratif, tetapi juga menyadari skala pembangunan yang dilakukan oleh Bupati Rudy secara masif dan merata di seluruh penjuru Kabupaten Bogor.

“Perbedaan waktu antara kewajiban pembayaran dan mekanisme penutupan buku di akhir tahun malah menyoroti komitmen pemerintah untuk mendorong kemajuan daerah dengan langkah yang gigih dan konsisten,” katanya.

Pencapaian

Nur Kholis mengapresiasi secara mendalam langkah-langkah pembangunan yang dilakukan Bupati Rudy Susmanto, yang tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga selalu memenuhi kaidah hukum dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Berikut Nur Kholis memaparkan pencapaian utama yang menjadi fokus kajian:

Infrastruktur

Pembangunan lebih dari 250 kilometer jalan dan 120 sistem irigasi dilakukan secara transparan dengan pengawasan ketat. Normalisasi sungai Kali Cibarengkok dan Kali Cibeuteung yang diselesaikan pada Agustus 2025 telah sesuai dengan standar keselamatan dan peraturan lingkungan yang berlaku.

“Rencana pemekaran Kabupaten Bogor Barat dengan ibu kota calon di Cigudeg juga telah melalui proses hukum yang jelas dan terstruktur,” katanya.

Kesehatan

Peresmian Gedung Public Safety Center (PSC) 119 di Kelurahan Sukahati pada Mei 2025 telah memperkuat layanan darurat terintegrasi yang terhubung langsung dengan Command Center 112.

“Kerja sama dengan pihak swasta memperluas akses layanan kesehatan, seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) PPLI Nambo yang melayani lebih dari 5.000 warga setiap bulan,” katanya.

Kesejahteraan

Program makan bergizi gratis telah menjangkau lebih dari 30.000 anak balita di seluruh Kabupaten Bogor. Program penanganan kemiskinan ekstrem berhasil mengurangi jumlah keluarga miskin sebanyak 12% dalam setahun terakhir.

BACA JUGA :  Semangat Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode Membara; Bara JP Rancabungur Terima SK

“Program ‘Saung Inflasi’ yang ada di 45 lokasi juga berhasil menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur,” sebutnya.

Ekonomi dan UMKM

Kerja sama dengan lebih dari 100 toko modern melalui etalase produk lokal meningkatkan penjualan produk Bogor hingga 40%.

“Acara Kabogorfest 2025 yang diikuti oleh 500 UMKM lokal berhasil memperkenalkan produk khas daerah, termasuk kopi robusta dari Kecamatan Pamijahan yang telah memasuki pasar Malaysia dan Singapura,” katanya.

Pendidikan

Pembangunan 15 sekolah baru dan renovasi 40 sekolah lama telah meningkatkan akses pendidikan di daerah terpencil.

“Peningkatan kualitas pendidikan juga terbukti dengan kenaikan nilai UNBK rata-rata sebesar 15 poin dalam dua tahun terakhir,” kata Nur Kholis.

Pariwisata

Pembenahan infrastruktur wisata di kawasan Puncak, Situ Gunung, dan Curug Cimahi serta penindakan tegas terhadap pungutan liar meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan hingga 25%.

“Kabupaten Bogor kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi keluarga,” ujarnya.

Lingkungan Hidup

Inisiatif Kampung Ramah Lingkungan telah diimplementasikan di 30 desa, ditunjang dengan program penanaman pohon sebanyak 100.000 batang.

“Operasional 50 unit bus listrik juga telah mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 10% di wilayah pusat kota,” sebut Nur Kholis.

Bantuan Masyarakat

Bantuan kemanusiaan rutin diberikan kepada korban bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, dengan total bantuan yang disalurkan mencapai Rp50 miliar dalam setahun terakhir.

“Pemerintah juga memberikan bantuan sembako dan uang tunai kepada keluarga yang terdampak kesulitan ekonomi,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Sah, Organisasi Kostrat Bentuk Kepengurusan DPD Jawa Barat
* Sinergi, Strategi, dan Manajemen Konflik

H Nur Kholis menyimpulkan bahwa keberhasilan Pemkab Bogor dalam mengelola tantangan dipicu oleh sinergi yang erat antara strategi pembangunan jangka panjang dan manajemen konflik yang proaktif.

“Dalam menangani isu penundaan pembayaran, pemerintah tidak hanya fokus pada penyelesaian aspek teknis, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang transparan dengan publik dan seluruh kontraktor untuk menjaga kepercayaan serta kolaborasi yang baik,” ungkapnya.

Ia menilai, kemampuan Bupati Rudy dalam menjalin kerja sama yang erat dengan berbagai kementerian dan lembaga negara juga sangat berperan dalam membawa Kabupaten Bogor ke tingkat kemajuan yang lebih tinggi, dengan mengambil inspirasi dari praktik sukses yang telah terbukti di daerah lain di Indonesia.

Model Pembangunan Berkelanjutan

Hasil kajian H. Nur Kholis dan tim Kantor Hukum ABRI menunjukkan bahwa seluruh inisiatif yang digawangi Bupati Rudy Susmanto tidak hanya memenuhi standar hukum yang ketat, tetapi juga menawarkan inspirasi dengan menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Momen penundaan pembayaran yang berhasil diubah menjadi sarana promosi gratis telah membuktikan kemampuan pemerintah dalam mengelola konflik dan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang,” katanya.

Dengan dukungan berkelanjutan dari Kantor Hukum ABRI, diharapkan Kabupaten Bogor akan semakin berkembang menjadi daerah yang aman, sejahtera, dan menarik bagi investor yang ingin bersama-sama membangun kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

“Kemajuan yang dicapai akan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam mewujudkan pembangunan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan,” tandas Nur Kholis. (Didi)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor