0

BOGOR, INDONEWS — Proyek galian Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) milik PLN di Jalan Puncak Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, menuai sorotan.

Pantauan awak media pada Sabtu (1/11/2025), menemukan adanya sejumlah dugaan ketidaksesuaian dengan standar operasional yang diterapkan oleh PLN.

Salah satu temuan yang mencolok adalah minimnya rambu-rambu keselamatan publik di sekitar lokasi proyek. Padahal, rambu informasi seperti tanda peringatan atau pemberitahuan adanya pekerjaan galian sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang melintas di area tersebut.

Selain itu, para pekerja di lokasi proyek juga terlihat tidak menggunakan perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Padahal, penggunaan alat pelindung diri merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang wajib diterapkan dalam setiap pekerjaan konstruksi demi menjamin keselamatan pekerja.

Di lokasi pun tidak tampak kehadiran pengawas maupun penanggung jawab proyek. Menurut keterangan salah satu pekerja, pelaksana proyek disebut baru saja meninggalkan lokasi.

Salah seorang pengendara yang melintas menuju kawasan Puncak mengaku terganggu dengan kondisi tersebut.

BACA JUGA :  Muspika Kecamatan Cariu Tutup Galian C Ilegal di Bantar Kuning

“Iya, ini sangat berantakan. Karung-karungnya memakan badan jalan dan tidak ada garis pembatas. Jalur ke arah Puncak kan padat, apalagi malam minggu seperti sekarang, jadi arus lalu lintas agak terhambat,” ungkapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi.

“Kemarin pas hujan, tanah galian sampai ke jalan. Lalu lintas jadi rame dan bahaya, takut ada yang jatuh. Saya harap cepat diselesaikan dan karung-karung tanahnya jangan terlalu ke tengah jalan,” ujarnya, sambil menunjuk ke arah tumpukan karung.

Temuan-temuan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengawasan serta komitmen PLN terhadap standar keselamatan dan kualitas pekerjaan.

Awak media akan terus menelusuri dan berupaya mendapatkan klarifikasi dari pihak PLN terkait dugaan kelalaian ini.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun pengawas proyek. (Rds)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor