Tekankan Peran Media dalam Melawan Disinformasi dan Menjaga Demokrasi
BIREUEN, INDONEWS | Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bireuen menggelar diskusi panel bertema “Counter Disinformasi dan Peran Media dalam Mengawal Demokrasi”, Kamis (15/5) di Hotel Fajar, Bireuen.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT. Dalam sambutannya, Razuardi menegaskan pentingnya peran pers dalam membentuk opini publik yang sehat dan bertanggung jawab.
Ia menyampaikan bahwa media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas demokrasi dan menangkal penyebaran hoaks.
“Di era digital saat ini, arus informasi sangat cepat dan mudah diakses. Namun tidak semua informasi dapat dipertanggungjawabkan. Di sinilah peran jurnalis profesional dan media kredibel menjadi sangat vital,” ujar Razuardi.
Ia juga mengulas perjalanan dunia pers dari era media cetak yang terbatas hingga kini ketika masyarakat di berbagai pelosok sudah dapat mengakses informasi secara luas.
“Sekarang tinggal bagaimana kita menyaring dan menyajikan informasi yang membangun, bukan yang memecah belah,” tambahnya.
Diskusi panel ini dihadiri berbagai elemen penting daerah, termasuk perwakilan DPRK, Kapolres Bireuen, Kejaksaan Negeri Bireuen, BAIS, LSM Gerak, kepala SKPK, insan pers, akademisi, mahasiswa, serta tamu undangan lainnya.
Ketua PWI Bireuen, Ariadi B Jangka, dalam sambutannya menekankan bahwa wartawan harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
“Wartawan harus memberikan informasi terbaik bagi masyarakat dan tidak menciptakan kegaduhan di lapangan. PWI juga siap memberikan pembinaan kepada wartawan-wartawan baru,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua AJI Bireuen, Anas, menyoroti pentingnya peningkatan literasi media di masyarakat agar publik mampu membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan. Ia mendorong sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat sipil untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Diskusi menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, LSM, praktisi media, dan pemerhati demokrasi. Mereka membahas tantangan utama media dalam menghadapi disinformasi serta strategi memperkuat independensi dan kualitas jurnalistik.
Para peserta tampak antusias berdialog dan mengajukan pertanyaan, menciptakan suasana diskusi yang dinamis dan produktif. Dalam pertemuan ini, juga turut disinggung kondisi indeks kebebasan pers saat ini, sebagai refleksi terhadap peran media di tengah perkembangan demokrasi.
Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi insan pers di Bireuen untuk terus memperkuat integritas, meningkatkan kapasitas, dan memperjuangkan kemerdekaan pers yang bebas, independen, dan bertanggung jawab. (Hendra)





























Comments