0

Integrasi Kurikulum Cinta dan ASTA Protas untuk Wujudkan Pendidikan Berkarakter

BIREUEN, INDONEWS | Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen secara resmi meluncurkan Transformasi Madrasah 2025, sebuah program strategis yang mengintegrasikan ASTA Protas Menteri Agama 2025-2029 dengan Kurikulum Cinta, dalam rangka mendorong madrasah menjadi institusi pendidikan unggul, berkarakter Islami, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Program unggulan ini mengusung lima pilar utama: integrasi nilai Islami dan psikologi modern, pembinaan spiritual, peningkatan akademik, inovasi teknologi, serta penguatan integritas ASN dan layanan publik.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., dan dihadiri oleh para kepala madrasah jenjang MI, MTs, dan MA serta pengawas madrasah (Pokjawas) se-Kabupaten Bireuen.

Sosialisasi program dilaksanakan dalam forum Rapat Koordinasi pada Selasa, 15 April 2025, bertempat di Bireuen.

Transformasi ini dirancang sebagai respons terhadap kebutuhan madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter berbasis Al-Qur’an, nilai-nilai kemanusiaan, dan pendekatan psikologi modern.

BACA JUGA :  Penulisan Ijazah Tidak Boleh Dilakukan Sembarang Orang

Hal ini juga merupakan bentuk implementasi dari regulasi KMA Nomor 347/2022 dan KMA 450/2024.

Program ini mencakup antara lain:

* “Satu Madrasah Satu Keluarga” yang menghubungkan guru, siswa, dan orang tua melalui pendekatan psikologi positif Islami.

* Pembiasaan spiritual seperti 5 Menit Bersama Al-Qur’an, Shalat Dhuha, Yasinan Jumat, dan Selawat Pagi.

* Pemetaan potensi siswa dengan tes IQ, minat-bakat (RIASEC), serta pembinaan intensif UTBK/SNBT.

* Pemanfaatan teknologi melalui platform EMIS, E-RKAM, serta penggunaan AI tools seperti ChatGPT Edu dan Canva Edu.

* Konversi materi ajar ke format digital dan program pelestarian lingkungan seperti Satu Siswa Satu Pohon dan Bank Sampah.

* Penguatan sistem layanan publik berbasis transparansi serta penerapan reward & punishment untuk ASN.

“Kami ingin madrasah di Bireuen tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter yang berakar pada Al-Qur’an dan psikologi modern. Dengan kolaborasi semua pihak, kami yakin madrasah dapat menjadi model pendidikan nasional yang berkualitas dan berakhlak,” ujar Dr. H. Zulkifli. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan