0

BOGOR, INDONEWS – Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, 2 orang jurnalis Media-Indonews dan JabarKapayun.com turut serta mensosialisasikan penulisan ijazah K3S Tamansari, Kabupaten Bogor, Jumat (24/6/2022).

Kedua jurnalis ini memang memiliki tugas liputan di kalangan pendidikan Sosialisasi penulisan ijazah K3S tamansari.

Pada acara sosialisasi penulisan ijazah, hadir Pengawas K3S Kecamatan Tamansari  Teti Ernawati dan Nani Sumarni, Pengurus K3S, kepala sekolah, guru kelas 6 dan orang yang ditunjuk untuk menulis ijazah.

Ketua K3S Tamansari, Anung

Cici Mintarsih, wartawati Media-Indonews dalam kesempatan bicaranya mengungkapkan, bahwa penulisan ijazah tidak bisa dikerjakan oleh sembarang orang, tetapi harus oleh orang khusus yang paham penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD).

Sementara Pengawas Teti Ernawati mengatakan, sosialisasi ini tujuannya untuk memberikan pemahaman penulisan ijazah yang baik sesuai dengan edaran terbaru dari kementerian.

“Jadi semua penulisan ijazah ini seragam se Indonesia,” kata Teti Ernawati.

Hal yang sama disampaikan  Ketua K3S Tamansari, Anung, bahwa untuk pembagian ijazah sendiri diberikan kebijakan kepada sekolah masing-masing.

BACA JUGA :  Wujudkan Pendidikan Berkualitas, K3S Rancabungur Perkuat Kolaborasi

“Karena proses yang lama itu adalah ketika sidik jari dari siswa, dengan syarat tertib administrasi. Harapannya untuk mengindari kesalahan terutama dalam penulisan ijazah dan untuk keseragaman penulisan ijazah,” paparnya.

Di Tamansari sendiri ada 29 sekokah negeri dan 3 sekolah swasta dibawah binaan K3S. Semua perwakilan dari sekolah hadir, apalagi di Tamansari dari tahun ke tahun minim kesalahan.

“Di Tamansari tidak banyak yang putus sekolah. Tahun ini ada 8  siswa yang tidak lulus dengan alasan rata rata support keluarga yang kurang. Dan yang kedua dampak dari daring. Jadi pengaruhnya ke anak jadi malas untuk sekolah. Namun dari sekolah sudah ada upaya, yaitu kunjungan dari sekolah ke rumah yang bersangkutan, kemudian bertemu dengan orangtua,” paparnya.

Ia menegaskan, pembelajaran daring butuh dukungan dari orangtua.  Kendala lainnya adalah karena kendala kuota, atau tidak punya HP. (Cici/Bintono)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan