BIREUEN, INDONEWS | Proyek pembangunan Smart Green House Drip System sebanyak 12 unit di Kabupaten Bireuen, yang didanai oleh anggaran APBN senilai miliaran rupiah, diduga terbengkalai dan belum rampung sesuai batas waktu yang telah ditentukan, yakni Maret 2025.

Hasil pantauan di lapangan pada hari kedua Idulfitri, Selasa (1/4/2024), menunjukkan bahwa proyek yang menelan biaya Rp 480 juta per unit ini baru selesai pada bagian luar bangunan.
Namun, bagian dalamnya masih dalam kondisi belum rampung. Padahal, sesuai rencana, setelah Lebaran proyek ini seharusnya sudah bisa difungsikan untuk mendukung kebutuhan para petani.
Hingga saat ini, pihak kontraktor belum dapat dikonfirmasi terkait keterlambatan penyelesaian proyek tersebut. Masyarakat dan petani yang bergantung pada proyek ini semakin resah karena fasilitas yang dijanjikan belum dapat dimanfaatkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bireuen dalam pernyataannya beberapa waktu lalu menegaskan bahwa proyek Smart Green House Drip System ini harus diselesaikan sesuai kontrak.
“Jika proyek ini berhasil, Kabupaten Bireuen dapat menjadi daerah penghasil produk pertanian unggulan, salah satunya melon, yang bisa diekspor ke luar daerah. Begitu juga dengan berbagai hasil pertanian lainnya,” ujarnya.
Petani setempat berharap proyek ini segera dirampungkan agar mereka dapat segera memanfaatkannya untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan mereka. Mereka juga mendesak pihak berwenang untuk turun tangan guna memastikan proyek ini tidak menjadi proyek gagal yang merugikan rakyat. (Hendra)





























Comments