BIREUEN, INDONEWS | Kondisi UPTD SDN 8 Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, kian mengkhawatirkan akibat keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.
Sekolah ini hanya memiliki enam ruang kelas, padahal kebutuhan idealnya mencapai delapan ruang. Akibatnya, beberapa siswa terpaksa belajar di ruang perpustakaan yang disekat menjadi dua bagian, sehingga tidak kondusif untuk kegiatan belajar-mengajar.
Hasil pantauan media pada Senin (17/3/2025) juga mengungkap masalah lain yang dihadapi sekolah ini, yaitu pagar yang sudah rusak dan tidak layak pakai.
Akibatnya, hewan ternak seperti kambing dan sapi kerap masuk ke area sekolah, mengganggu kenyamanan siswa serta merusak lingkungan sekolah.
Untuk mengatasi masalah ini, pihak sekolah sangat membutuhkan pembangunan pagar sepanjang 150 meter guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan tertata.
Kepala sekolah beserta para tenaga pendidik berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen.
Mereka mendesak adanya bantuan pembangunan dua ruang kelas tambahan serta perbaikan pagar sekolah demi menunjang proses pembelajaran yang lebih optimal.
“Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan. Jika ruang kelas dan pagar sekolah diperbaiki, tentu siswa bisa belajar dengan lebih nyaman dan aman,” ujar salah satu guru di sekolah tersebut.
Hingga saat ini, pihak sekolah masih menunggu respons dan tindakan konkret dari pemerintah. Diharapkan, ada langkah nyata untuk mengatasi permasalahan ini demi meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. (Hendra)





























Comments