0

BIREUEN, INDONEWS | Selama lima tahun terakhir, kondisi kedangkalan Kuala Jangka di Kabupaten Bireuen terus menjadi persoalan serius bagi para nelayan. Akibatnya, mereka mengalami kesulitan dalam keluar-masuk perahu atau boat untuk mencari ikan, yang berdampak pada perekonomian mereka.

Nelayan di Kecamatan Jangka berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini. Mereka menginginkan pengerukan kuala dilakukan secepatnya agar aktivitas melaut kembali lancar dan tidak lagi terhambat oleh dangkalnya muara.

Menanggapi keluhan ini, Camat Jangka, Alfian, yang didampingi Kapolsek Sufiannur, pada Senin (11/2/2025), mengungkapkan bahwa permasalahan ini telah berulang kali diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, hingga kini belum ada realisasi dari pemerintah.

“Setiap tahun, persoalan kedangkalan Kuala Jangka selalu dibahas dan dimasukkan ke dalam Musrenbang. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata dari pemerintah provinsi,” katanya.

Menurutnya, ini karena kewenangan pengerukan muara berada di ranah Pemerintah Provinsi Aceh.

“Kami di tingkat kecamatan bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen hanya bisa terus berupaya agar masalah ini segera mendapatkan solusi, mengingat ini adalah kebutuhan mendesak bagi masyarakat, khususnya nelayan, dalam menopang perekonomian mereka,” jelas Alfian.

BACA JUGA :  BAZNAS Lampung Utara Serahkan Bantuan kepada Veteran RI Granadha

Senada dengan itu, Kepala Desa Jangka Masjid, Muslimun, juga menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi muara yang semakin dangkal. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan pengerukan Kuala Jangka agar nelayan tidak lagi menghadapi hambatan dalam mencari nafkah.

Masyarakat setempat kini hanya bisa berharap agar usulan yang terus disuarakan dalam Musrenbang tidak lagi sekadar wacana, tetapi benar-benar diwujudkan demi kelangsungan hidup nelayan dan roda ekonomi di wilayah tersebut. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.