0

BIREUEN, INDONEWS | Kepala Desa Meunasah Reudeup, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen, Rahmat Saputra mengundurkan diri dari jabatanya, hal ini dilakukan demi kemaslatan  masyarakat desa tersebut.

Namun perlu diketahui, bahwa selama dirinya menjabat kepala desa semenjak tahun 2020 banyak desakan-desakan dari masyarakat yang menginginkan Rahmat Saputra tidak lagi menjabat sebagai kepala desa dengan berbagai alasan yang tidak jelas asal usulnya.

Melihat kondisi tersebut, pada Jumat (10/1) Rahmat Saputra secara resmi telah menandatangani surat pengunduran  diri yang disaksikan oleh ratusan masyarakat desa, camat dan Forkopicam Pandrah.

Sementara itu, Rahmat Saputra saat ditemui wartawan media ini Sabtu (11/1) menjelaskan selama dirinya menjabat kepala desa dari tahun 2020, tidak ada yang tidak transparan dalam pengelolaan APBD ataupun bentuk pelanggaran lainnya. Pihaknya selalu membuat rapat dan tidak mengambil keputusan sendiri.

“Kalaupun selama ini ada kegiatan fiktif yang dilakukan oleh dirinya, seharusnya masyarakat dapat membuktikan atau menjelaskan dulu, mana kegiatan yang tidak dibuat untuk kemajuan desa,” katanya.

BACA JUGA :  Kades Bandar Abung Siap Sukseskan Vaksinasi untuk Anak

Untuk Kecamatan Pandrah sendiri, yang paling banyak mendapat bantuan BLT adalah masyarakat Meunasah Reudeuep. Pada tahun 2020 berjumlah 101 orang, pada tahun 2021 berjumlah 80, tahun 2022 berjumlah 70 orang, pada tahun 2023 berjumlah 43 orang dan tahun 2024 juga berjumlah 43 orang.

Selanjutnya dikatakan pada tahun 2020 sudah dibangun kantor kepala desa dan tahun 2023 dibangun saluran.

“Mengingat bantuan APBG sangat terbatas dan kita perioritaskan BLT maka di tahun 2024 kita tidak bisa membuat bangunan, walaupun demikian kita selaku kepala desa tidak tinggal diam, kita selalu koordinasi dengan anggota DPRK, DPRA dan DPR RI, ” paparnya.

Untuk Desa Meunasah Reudeup Pandrah sendiri melalui aspirasi HRD telah membangun irigasi melalui Samsul Bahri (Tiyong), pekerjaan aspal hotmix di tahun 202, hingga pengerasaan usaha tani.

Saat Aulia Sofyan menjabat Pj Bupati pihaknya  telah berusaha agar pemasangan jaringan air PDAM yang menelan angka Rp1,5 miliar dalam hal pekerjaan PDAM.

“Pihak PUPR juga menanyakan kebutuhan lainnya, teryata masih ada, yaitu septic tank. Namun hari ini dengan harga Rp 220 juta sudah selesai dikerjakan, ” jelasnya.

BACA JUGA :  Warga Peraduan Waras Terima BLT-DD

Rahmat Saputra menambahkan, jika itu prosedur dan jadwal dari Inspektorat untuk masuk ke Desa Meunasah Reuduep, maka dirinya sudah siap. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Wajah Desa