SUKABUMI, INDONEWS | Saat ini, jumlah porsi makanan bergizi yang telah disalurkan mencapai 3025 untuk siswa SMP Negeri 12 dan SMA Negeri 5 Kota Sukabumi. Namun, untuk ibu hamil, program ini masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut.
Dari APBD Kota Sukabumi, alokasi anggaran untuk program ini diperkirakan mencapai Rp2-3 miliar, tetapi sebagian besar anggaran diharapkan berasal dari provinsi.
“Mudah-mudahan tidak menggunakan anggaran kita,” tutup Kusmana Hartadji.
Program MBG tidak hanya menargetkan perbaikan gizi siswa tetapi juga mendorong kesadaran lingkungan melalui inovasi pengelolaan sampah. Para siswa yang membawa wadah dan sendok garpu sendiri menjadi salah satu contoh praktik baik yang dapat ditiru oleh daerah lain.
Selain itu, keberadaan dapur terpusat di setiap kecamatan diharapkan dapat mempercepat proses penyajian makanan dan memastikan kualitasnya tetap terjaga.
Kendati demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu segera diatasi, seperti finalisasi petunjuk teknis, pengelolaan anggaran, dan sinergi antarinstansi.
Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi, kota, dan lembaga terkait, program ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda.
Dengan dukungan semua pihak, Kota Sukabumi bisa menjadi contoh sukses pelaksanaan program ini di Jawa Barat, sekaligus mendorong daerah lain untuk menerapkan langkah serupa demi masa depan Indonesia yang lebih cerdas dan membangun generasi unggul. (Ndi)





























Comments