TANGERANG, INDONEWS | Rehabilitasi ruang SMPN 1 Legok, Tangerang menyisakan pekerjaan yang dinilai jauh dari kata rapih dan rampung.
Hal ini justru malah menjadi pembicaraan masyarakat, terutama para guru yang setiap hari melihat pekerjaan yang tidak diselesaikan oleh kontraktor BHP. Terutama pekerjaan pengecatan dinding dan beberapa jendela yang tidak diganti.
Komite SMPN 1 Legok, Tetep Bimbing Gunadi menyebut, kontraktor seharusnya punya empati dan simpati, tanggung jawab tehadap pekerjaan.
“Rugi maupun untung itu risiko. Jangan mau untungnya saja. Ketika kerjaan rugi, jangan ditinggal pergi begitu saja tanpa permisi kepada sekolahan dan pekerjaan tidak diselesaikan,” ujarnya, belum lama ini.
Menurutnya, diperkirakan masih terdapat ratusan meter persegi dinding belakang dan samping yang belum cat. Alih-alih memperbaiki tembok yang kondisinya sudah pada gompal, CV. BHP seharusnya merasa memiliki gedung sekolah yang setiap hari digunakan belajar anak-anak.
“Kalau memang pekerjaan sudah sesuai RAB, kenapa tidak memberi informasi kepada sekolah sebagai penerima jasa, jadi pihak sekolahan tahu apa yang dikerjakan CV. BHP,” ujarnya.
Wartawan kemudian mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan diterima Kabid Plt SMP, menyoal pekerjaan CV. Bangun Huta Pamungkas (CHP).
“Saya belum tahu persis soal pekerjaan yang ada di SMPN 1 Legok. Saya harus lihat RAB nya dulu dan saya nanti akan cek lokasi,” katanya.
Proyek rehabilitasi SMPN 1 Legok menelan biaya Rp. 988.045.329.00., dengan CV. Bangun Huta Pamungkas sebagai pemenang tender tunggal. Namun dalam pelaksanaannya, CV. BHP diduga mengabaikan peraturan yang tertuang dalam aturan kontrak kerja.
Sebagai penyedia jasa kontruksi, sanksi yang dapat diberikan kepada kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaan adalah berupa peringatan tertulis, denda administratif, penghentian sementara kegiatan layanan jasa konstruksi, pencantuman dalam daftar hitam, pembekuan izin, pencabutan izin, hingga pemutusan kontrak kerja.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Tangerang, Dadan Gandana belum memberikan keterangan soal ini.
Ketua Komite SMPN 1 Legok dan para guru berharap Dinas Pendidikan dan Kontraktor bisa melanjutkan pekerjaan pengecatan dan merapikan perkerjaan tersisa pada rehabilitasi ruangan kelas yang sudah masuk tender. (Karno 77)



























Comments