BEKASI, INDONEWS | Maraknya pelajar terlibat tawuran mengundang keprihatinan semua pihak.
Kaitan itu, dilakukan sosialisasi sekaligus deklarasi anti tawuran dan narkoba di SMKN 12, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Rabu (18/9).
Para pelajar sekolah tersebut diberi pengetahuan bagaimana caranya mencegah tawuran dan penggunaan narkoba.
Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah dalam paparannya mengaku prihatin dengan aksi tawuran oleh pelajar seperti di Gamprit Jatiwaringin yang nyaris setiap hari terjadi tawuran.
“Aksi tawuran ini awalnya bisa dari medsos dan terus berkembang untuk ketemuan ke tempat yang sudah ditentukan. Saya berpesan kepada murid-murid SMKN 12 agar jangan terlibat tawuran dan narkoba yang dapat merugikan diri kita, orang tua, guru dan juga masyarakat sekitar,” katanya.
Ia juga mengimbau pelajar memperbanyak beribadah agar tawuran dan penyalahgunaan narkoba bisa dihindari.
Sementara Lurah Jatibening Baru, Badru Tamam mendukung kegiatan positif SMKN 12 ini. Ia juga sangat tidak setuju jika pelajar terlibat tawuran dan narkoba.
“Kalian pasti tahu dampak narkoba dan tawuran, rugi, baik untuk diri kita, orangtua, guru dan lingkungan. Makanya saya berpesan kepada anak-anak didik SMKN 12 agar tetap belajar dengan baik, jauhi tawuran dan penggunaan narkoba,” pesan Badru.
Ketua FKRW Jatibening Baru, Suharto juga mendukung deklarasi tersebut. Ia berpesan agar para pelajar tetap semangat belajar, hindari tawuran dan penggunaan narkoba.
“Jauhi tawuran dan narkoba agar diri kita tetap aman dan sehat. Gunakan kesempatan waktu yang ada, jauhi narkoba dan tawuran,” pesan pra yang akrab disapa Pak Brow.
Dalam acara itu, hadir juga Ketua BKM Mustofa, Ketua LPM Kemad Sadeli, Ketua PSM Sopi’ih, Kanit Bimas Yanutri, Babhinkamtibmas Nurdin, Bimaspol Panjaitan, Ketua Karang Taruna Kecamatan Iham Fadillah, Ketua Karang Taruna Kelurahan Ruli Muharom, Ketua Karang Taruna RW 08 Dini, Eci dari Puskesmas yang diwakili dan Kepala SMKN 12 Luki Lestari. (Supri)





























Comments