0

BEKASI, INDONEWS | Upaya rekayasa arus lalu lintas (lalin) jalan raya Jatiwaringin Simpang Gamprit dan Setia tidak berjalan mulus sebagaimana diharapkan Camat Pondokgede, FKRW Kecamatan, UPTD, dishub, lurah, babinsa, bimaspol, Polsek Pondokgede dan Koramil.

Pasalnya, warga yang menolak rekayasa arus lalu lintas melakukan aksi unjuk rasa atau demo keberatan rekayasa arus lalu lintas tersebut, Kamis (24/7).

Tokoh masyarakat yang juga mendampingi warga pendemo, Ustadz Darul Kutni menjelaskan, massa datang ke kantor kecamatan untuk menyampaikan aspirasi dan unek-uneknya terkait rekayasa arus lalulintas yang sudah berjalan hampir sepekan.

“Imbas dari rekayasa arus lalu lintas banyak yang dirugikan. Salah satu contohnya ibu-ibu yang berdagang di area penutupan jalan tersebut menjadi sepi tanpa pembeli. Hal ini sangat berdampak sekali ke mereka,” ujarnya.

Oleh karena itu, tambah Darul, warga memperjuangan agar aturan pengalihan arus lalu lintas dikaji kembali jangan sampai malah merugikan.

“Kita berorasi secara damai, menuntut dikembalikan peraturan yang sudah diberlakukan sejak sepekan ini, meski sebenarnya kami mendukung aturan pemerintah, tujuannya untuk memperlancar lalu lintas khususnya di jalan raya Jatiwaringin ini. Sekali lagi kami mendukung Camat Pondokgede dan jajarannya,” ucap Darul.

BACA JUGA :  Aksi 4 Begal Rampas Motor di Cileungsi Terekam CCTV

Sementara Animar, salah satu pedagang yang dekat dengan lokasi rekayasa tersebut mengaku rekayasa arus lalu lintas di Persimpangan Gamprit dan Setia benar-benar membuat usahanya berubah drastis.

“Jualan jadi sepi sekali. Saya mohon dan berharap kepada Camat Pondokgede dan jajaran agar bisa merubah kembali aturan seperti semula supaya usaha saya lancar seperti sebelum rekayasa arus lalulintas ini,” harapnya.

Sementara Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah menjelaskan, rekayasa arus lalulintas antara Persimpangan Jalan Gamprit dan jalan Setia sudah melalui koordinasi dengan semua Ketua RT dan RW sekitar melalui Ketua FKRW Kecamatan.

“Kalau pun masyarakat sekitar merasa keberatan dengan adanya rekayasa arus lalulintas ini, pastinya akan kita kaji ulang, dan kita akan tetap bermusyawarah dengan instansi-insntansi lainnya yang berhubungan langsung dengan rekayasa arus lalulintas,” jelas Zainal. (Supri)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Peristiwa