TANGERANG, INDONEWS | Pasca Covid-19, seiring waktu berjalan, pertumbuhan ekonomi masyarakat ada yang melejit dan ada yang menurun, sehingga banyak masyarakat yang kesulitan ekonomi.
Hal ini dirasakan seorang ibu rumah tangga sekaligus orangtua siswa salah satu Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu (IT), sebut saja EJ yang beberapa tahun belakangan merasakan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga perekonomian keluarganya menurun dan tak mampu membayar biaya sekolah.
EJ mengeluhkan adanya persoalan anaknya yang bersekolah di SD IT Ruhul Jadid, Jalan Lingkar Selatan Kampung Nagrak RT 02, RW 06, Desa Marga Sari, Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang yang tidak diberikan oleh pihak sekolah data dirinya hingga raport sekolah tak diberikan karena belum lunas tunggakan.
“Saat ini anak saya sudah dua tahun tidak sekolah karena tidak bisa melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), karena pihak SD IT Ruhul Jadid menahan data diri anak saya,” katanya.
Menurutnya EJ, dirinya sudah mencoba minta data diri anaknya ke pihak sekolah untuk mengetahui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), namun hingga 2 tahun tidak diberikan pihak sekolah yang menyebabkan anaknya tak bisa melanjutkan sekolah.
“Sudah pernah kita coba minta data dapodiknya dan NISN untuk keperluan masuk sekolah ke jenjang berikutnya, namun hingga kini tak diberikan dan anak saya gak bisa sekolah,” terangnya.
Diriya juga sudah membuat surat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa dan kecamatan, alhasil tak ada gunanya.
“Sudah bawa SKTM tapi tetap enggak dikasih data diri anak saya,” ujarnya.
Sementara pihak TU SD IT Ruhul Jadid, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, jika memang orangtua tidak mampu harus ada Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan bawa ke sekolah, baru bisa diberikan data siswanya.
“Harus bawa surat keterangan tidak mampu dari desa,” singkatnya, Senin (20/5).
Di tempat sama, Taufik kepala sekolah tersebut mengatakan bahwa orangtua murid harus melunasi tunggakan baru bisa diberikan data siswanya.
“Harus beresin dulu tunggakan siswa, baru bisa diberikan Dapodik dan NISNnya,” ucapnya. (Valent)



























Comments