BOGOR, INDONEWS – Ketika jabatan digunakan sewenang-wenang, maka apa pun dianggap lazim, termasuk merampas hak demokrasi warga.
Hal itu juga diduga dilakukan oknum Ketua RT di Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berinisial TR.
Sang RT diduga melarang bahkan mengintimidasi warga jika memasang baliho salah satu calon legislatif (caleg) yang bukan dukungan RT. Tak tanggung, TR mengancam mencabut bantuan apabila warga keukeuh memasang stiker caleg lain.
Berdasarkan investigasi di lapangan, sejumlah warga mengaku diperintah untuk tidak memasang baliho atau stiker caleg) di rumah warga. Caleg tersebut diduga bukan pilihan sang RT, sehingga RT meminta warga untuk mencopotnya.
Tidak hanya itu, Ketua RT diduga menjadi salah satu simpatisan relawan salah satu capres dan caleg. Dengan jabatannya sebagai RT, ia melarang warganya memasang baliho caleg pada dinding rumah warga, jika tetap dilakukan, warga sebagai penerima bantuan akan ia cabut.
“Warga enggak boleh pasang ginian (baliho, red) di rumah. Nanti BPNT nya dicabut,” ujar salah satu warga yang menirukan pernyataan oknum ketua RT tersebut, Sabtu (16/12023).
Sementara saat dikonfirmasi, Ketua RT berinisial TR mengaku bahwa ia tidak melarang warga untuk memasang baliho caleg, hanya jangan di rumah, tapi di tempat lain.
Sementara dari kerelawanan, Ketua Sahabat Jonny Sirait (SJS), Didi Hardiansah mengaku prihatin jika benar warga dilarang memasang atribut kampanye di rumahnya.
“Menurut saya itu sangat memprihatinkan. Kenapa, karena hak masyarakat dirampas. Warga dilindungi Undang-undang, siapa pun pilihannya, siapa pun yang didukung, maka siapa pun tidak berhak menganggunya,” ujar Didi, di Ciomas.
Didi pun meminta masyarakat tidak pernah takut untuk memilih serta mendukung caleg pilihannya, dan menghiraukan intimidasi atau doktrin yang menganggu hati nurani dalam memilih calon wakil rakyat.
“Saya percaya masyarakat sudah cerdas dalam memilih presiden, dan termasuk caleg pilihannya. Jadi masyarakat jangan terganggu, silahkan pilih sesuai hati nurani karena itu bisa menentukan nasib. Abaikan jika ada yang mengintimidasi, bila perlu laporkan!” tandas Didi. (Firm)




























Comments