0

BEKASI, INDONEWS – Seminar Awam terkait Tuberkulosis diadakan di Aula RS Kartika Husada Jatiasih yang dihadiri para dokter, kader posyandu, posbindu dan karang taruna Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Narasumber seminar awam dan juga spesialis paru, Dr. Vonni Cristiana Bionika, SP.P menjelaskan, TBC merupakan masalah besar, karena Indonesia nomor 2 peringkat di dunia setelah India.

“TBC sampai saat ini memang masih sangat sulit untuk diberantas karena pengobatannya masih suka bolong-bolong, masih tidak teratur dan penyakitnya menular. Jadi pasti akan sangat gampang apabila ada pasien terkena TBC, batuk atau bersin di sekitar. Pengeluaran TBC itu hanya ditularkan melalui udara,” kata Vonni, Kamis (9/10/2023).

Vonni menuturkan, apabila ada pasien terkena TBC batuk, bersin atau mengeluarkan percikan dahak, berpotensi menularkan TBC.

“Sebenarnya pencegahannya pun sederhana. Kita harus tinggi protein, kemudian tidak merokok yang pastinya menjaga ventilasi di rumah menjaga kebersihan di rumah juga dan sebagainya. Terdampak TBC ini ada dua fase, ada fase awal atau fase intensif selama 2 bulan minimal. Kemudian diajukan dengan fase lanjutan sekitar 4 bulan. Jadi kurang lebihnya ada minimal 6 bulan dalam pengobatan TBC,” paparnya.

BACA JUGA :  KAMMI Pertanyakan Penundaan Musda KNPI Kota Bekasi

“Contoh pencegahan, misalnya ada seseorang yang terdampak di dekat kita, kita harus menggunakan masker. Tapi yang paling baik ialah sumbernya yang pakai masker. Kemudian kita juga menjaga jarak yang pasti dan menjaga daya tahan tubuh kita saja sih sebenarnya jadi tidak ada pantangan secara khusus yang penting kita harus jaga daya tahan tubuh saja harapannya kita benar-benar bisa mengedukasi ke semua masyarakat bahwa penyakit TBC ini bisa disembuhkan asalkan teratur minum obat,” harapnya.

Sementara Dr. Rahma Indah Permatasari menambahkan, tema seminar awam mengusung tema Tuberkulosis, yang pembicaranya didatangkan langsung dokter spesialis paru, yaitu dengan dokter Vonni.

“Kita mengedepankan tema itu karena kita tahu bahwa di Kota Bekasi ini angka Tuberkulosis tinggi. Diharapkan masyarakat tahu bagaimana mendeteksi awal untuk penyakit tuberkulosis, dan bagaimana pencegahannya,” tambah Rahma.

Ajeng Ayu sebagai kader Posyandu Harapan Jaya mengapresiasi RS Kartika Husada yang menggelar seminar terkait Tuberkulosis.

“Alhamdulillah bisa dilayani dengan baik apalagi dengan penjelasan dokter yang sangat menambah pengertian dan penambahan ilmu masalah TBC,” katanya. (Supri)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Ragam