0

BOGOR, INDONEWS — Ospek merupakan kegiatan yang dibuat dengan tujuan memperkenalkan lingkungan dan kehidupan mahasiswa selama berada di kampus.

Kegiatan ospek ini diharapkan mampu menjadi awalan yang baik agar para mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan baik.

Hal tersebut disampaikan calon legislatif (caleg) Kabupaten Bogor Dapil 3 dari PDI Perjuangan, Jonny Sirait.

Menurut Jonny, dengan ospek mahasiswa baru sejatinya mendapatkan kekuatan untuk semangat belajar di kampus serta meraih prestasi, bukan malah mendapatkan kekerasan di kampus yang justru berpotensi membuat mahasiswa baru down dan mencoreng nama baik kampus itu sendiri.

“OSPEK atau Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus adalah masa transisi yang penting bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus dan mulai merangkul kehidupan perkuliahan. Kalau mereka justru mendapat perkenalan dengan cara kekerasan itu salah besar,” ujar Jonny, ditemui di Cibonong, Senin (18/9/2023).

Caleg Dapil 3 Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Caringin, Ciawi, Cigombong, Cijeruk, Cisarua, Megamendung dan Tamansari itu menyikapi isu adanya dugaan praktik kekerasan di Universitas Pakuan (Unpak) Bogor. Menurutnya, jika kekerasan itu benar terjadi di kampus sekelas Unpak, maka harus dievaluasi dan menjadi tanggung jawab rektor.

BACA JUGA :  Polsek Cileungsi Selidiki Penemuan Jasad Bayi di Aliran Sungai

“Ya saya sangat menyayangkan jika kekerasan itu benar-benar terjadi. Apalagi si mahasiswa baru sampai lapor ke polisi, jelas ini membuat nama kampus kebanggaan Bogor tercoreng. Maka dari itu, rektor kampus harus segera bertindak. Dia harus bertanggungjawab,” ujar caleg yang juga aktivis sosial Jawa Barat itu.

Ia menjelaskan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, mengeluarkan pedoman resmi tentang pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PPKMB).

“Dalam pedoman itu, kegiatan PPKMB menjadi tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi (PT) dengan dibantu banyak pihak. Namun, untuk dicatat pimpinan perguruan tinggi tidak dibenarkan untuk menyerahkan kegiatan sepenuhnya kepada organisasi kemahasiswaan tanpa adanya pendampingan,” jelasnya.

Maka dari itu, atas kasus yang terjadi di Unpak, Jonny mempertanyakan apakah pimpinan perguruan tinggi mempedomani tentang PPKMB atau tidak.

“Kasus ini harus menjadi perhatian semua pihak, jangan sampai generasi penerus kita yang sejatinya memiliki karakter humanis dan cerdas malah digembleng dengan kekerasan. Saya khawatir dengan masa depannya,” tandas Jonny.

BACA JUGA :  Pencurian Dengan Penganiayaan di Cimayang Sebabkan HS Meninggal Dunia

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Asmaul Husna yang dikonfirmasi oleh wartawan, hingga berita ini diterbitkan belum bersedia menjawab. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Peristiwa