0

CILEGON, INDONEWS — Lurah Lebakgede, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, H. Fatoni S.Pd., M.Si., menggenjot penanganan limbah hingga menjadi sumber penghasilan di seluruh wilayah, dari RW 01 hingga RW 06.

“Kalau dipandang secara kaca mata, tingkat kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sudah mencapai 60% an. Artinya masyarakat tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan,” ungkap Fatoni, Senin (27/3/2023).

Seluruh limbah termasuk plastik, kemasan botol air mineral, diolah. Sementara limbah kayu, terkecuali batu besi maupun pecahan kaca tidak dikelola melalui bahan bakar jumputan padat (BBJP) sebagai sumber penghasilan.

“Penanganan sampah ini menjadi sebuah penelitian. Hal tersebut menunjukkan bahwa sampah tersebut ternyata bisa membantu dan memberikan motivasi kepada masyarakat, untuk meningkatkan taraf hidup serta mampu mendongkrak sumber penghasilan yang signifikan,” ungkapnya.

Menurut Fatoni, langkah tersebut juga dalam rangka mendukung program pemerintah Kota Cilegon dalam mengurangi sampah.

“Memang tak sedikit orang yang beranggapan bahwa sampah itu tak ada artinya buat kebutuhan kehidupan. Namun melalui upaya ini, kita sadar bahwa sampah masih bisa berguna. Meski begitu, kami juga sudah mempersiapkan setiap tempat pembuangan sampah (TPS) dengan kontainer untuk pengangkutannya,” paparnya.

BACA JUGA :  Eratkan Silaturahmi Berama Warga, Pemdes Bojong Menggelar Forsil Sinling

Dengan upaya ini, iya yakin tahun depan sampah di Kota Cilegon Banten akan berkurang.

“Karena dari keseluruhan sampah yang dikelola dan dikumpulkan warga, langsung dipusatkan di tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) di Kelurahan Bagendung Kota Cilegon,” ungkapnya.

Dengan sendirinya, imbuh dia, dipastikan akan mendapatkan sumber penghasilan. Jadi tidak ada yang tersisa, semua bisa meningkatkan dan membantu taraf hidup melalui BBJP.

“Ini akan menjadi energi baru terbarukan yang digunakan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU ),” tandasnya. (A. Rochim/Yani Sumiati)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Banten