0

BIREUEN, INDONEWS – Sulitnya mendapatkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bireuen bagi petani jagung diduga pengunaan KUR tidak merakyat, dikarenakan banyak kelompok tani jagung di Kecamatan Jeumpa tidak mendapatkanya.

Hal ini dikatakan salah seorang petani jangung (BRK) kepada media-indonews.com, Rabu (1/3/2023) yang berasal dari 42 desa di Kecamatan Jeumpa, Bireuen.

Ia mengakui hari ini, ada 10 kelompok petani jagung yang sedang menunggu adanya bantuan KUR untuk bisa membantu mereka memberi pinjaman tambahan modal usaha, dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat petani jagung itu.

Selama ini, untuk memenuhi segala kebutuhan, petani jagung terpaksa harus mengambil pinjaman dari salah seorang pengusaha yang berada di lingkungan sekitar itupun pinjaman yang diberikan sangat terbatas yang diberikan.

BRK sebagai petani jagung sangat bingung dan merasa sangat aneh terhadap bantuan KUR yang diberikan hanya pada masyarakat UMKM saja, melainkan tidak diperuntukan bagi masyarakat yang telah memiliki usaha lainnya.

Padahal, kata BRK, para petani jagung juga memiliki berbagai perlengkapan administrasi persyaratan, bila itu dibutuhkan asalkan kerja sama antara perbankan dan lembaga lainnya yang menyalurkan KUR berjalan baik.

BACA JUGA :  IGTKI-PGRI Bireuen Gelar Konferensi Daerah IV: Perkuat Kepemimpinan Transformasional TK

“Jadi bagi mereka pemegang saham KUR tidak usah khawatir kepada petani jagung, bila dana pijaman yang diberikan dari Program KUR tidak dikembalikan,” jelasnya. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.