0

BANDUNG, INDONEWS – Madrasah Aliyah Al- Huda Pameungpeuk, Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan per tiga tahun dengan praktek pelaksanaan pelatihan manasik haji dan umroh, di lapangan bola Sindangreret, Sukasari, Sabtu (4/2/2023).

Hadir dalam acara, Kepala MAAH Ustaz Deni, Dewan Pembimbing KH Ahmad Haidar, perwakilan unsur polsek, Bhabinkamtibmas Bripka Dede M, para dewan guru, serta 397 siswa-siswi yang secara bersama mengikuti manasik haji dan umrah.

Ustadz Deni menjelaskan keterkaitan dengan pelaksanaan salah satu ibadah yang wajib. Selain melaksanakan ibadah sholat, yaitu menjalankan ibadah haji ke tanah suci Al-Makkatul Mukaromah, Manis Tathoo’a Ilaihi Sabiila, bagi mereka yang sudah mampu dan memenuhi syarat, sesuai hukum syar’i, menurut syariat Islam.

“Pelatihan manasik umrah dan haji merupakan kegiatan per tiga tahun  dari pelajaran ilmu Fiqih. Maksud dan tujuannya tidak lain agar para siswa siswi merasa terpanggil paling tidak ada niat, untuk melaksanakan ibadah umrah maupun haji,” jelasnya.

Sehingga para siswa siswi tersebut bisa memahami dan menguasai ilmu tata cara melakukan ibadah haji dan umrah, dikala mereka sudah dewasa ataupun berumah tangga.

BACA JUGA :  Melalui Maulid Nabi, SDN Jampang Pondok Udik Cetak Generasi Berdaya Saing

“Minimal mereka sudah faham teori dan teknis dalam menjalankan rukun Islam kelima tersebut. Saya berharap kedepannya peserta bisa lebih banyak, bahkan untuk target kedepan 50 %  harus masuk dari 397 siswa siswi. Alhamdulillah saat ini pun ternyata lebih banyak peminatnya, dan melebihi yang ditargetkan,” bebernya.

Humas MAAH Ustadz Duden Rahmat disela kegiatan mengatakan, setelah Pandemi Covid-19, akhirnya kegiatan tersebut bisa dilaksanakan kembali, dengan harapan siswa siswi yang mengikuti pelatihan manasik umrah dan haji tersebut bisa mendapatkan ilmu tentang umroh dan haji.

“Bukan saja teori, namun secara aplikasi serta praktik di lapangan. Kegiatan bukan saja untuk para siswa, namun kedepannya untuk para orangtua siswa akan dilaksanakan hal serupa. Namun hari ini kegiatan manasik umrah dan haji  khusus para siswa siswi saja,” katanya.

Pada kegiatan ini, tuturnya, materi berupa seluruh rangkaian termasuk syarat dan rukun umrah dan haji. Yang mana masing- masing siswa maupun guru dapat memahami, bahkan hingga pelaksanaannya, mulai dari niat haji dan umrah, membaca Talbiyyah serta Takbir.

BACA JUGA :  Rektor IAI Al-Muslim Aceh Bangga Luluskan 300 Sarjana Negara Tingkat Strata Satu

“Mereka bisa mengerti, termasuk melakukan ihrom, bermalam di Mina, Mabit di Mina maupun di Muzdalifah, melontar Jumroh A’qobah, Tahallul, menyembelih Madyu, Thisadf Ifadah, melontar tiga jumroh, kemudian cara melakukan Thomas wada, thowaf terakhir atau penutupan,” jelasnya.

Senada disampaikan perwakilan Kelas XII, Anton Gustomi yang mewakili seluruh peserta manasik umrah dan haji.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masa depan. Disaat sudah menginjak usia tua, peserta sudah memahami ilmu yang bermanfaat ini. Apabila nanti sudah waktunya terpanggil oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadah umrah dan haji, peserta sudah faham betul. Bahkan dengan pelatihan manasik haji dan umrah ini kami pribadi merasa bangga,” ungkapnya. (A. Rochim S/Yani Sumiati)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan