0

BANGKA, INDONEWS – Jalan mulai dari Dusun Kumpai menuju Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kerusakan jalan terutama dari ujung Kampung Padang Labu sampai masuk Kampung Mengkubung yang sama sekali belum dilakukan pengaspalan.

Jalan tersebut masih berupa jalan tanah merah, dan hingga kini belum juga diperbaiki pemerintah.

Pantauan wartawan pada Sabtu (17/9/2022), hampir sepanjang jalan mengalami kerusakan dengan lubang menganga di mana-mana.

Kondisi tersebut kerap mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara yang melintas di jalan itu, karena mengelak lubang-lubang tersebut. Belum lagi kerikil yang bulat dan tajam di badan jalan.

Saat musim penghujan, kerusakan jalan dapat memperhambat kecepatan kendaraan roda empat, jalanan becek dan licin, terkadang banyak juga pengendara roda dua yang sering jatuh terpeleset.

Gus, salah seorang warga mengkubung mengaku bahwa kondisi jalan seperti itu sudah lama. Padahal jalan itu merupakan akses jalan bagi warga Dusun Mengkubung menuju ke jalan raya.

“Sudah lama jalan kondisinya seperti ini, parahnya lagi kalau musim hujan, pasti becek dan licin. Sering pengendara motor jatuh. Sedangkan ini cuma satu-satunya akses menuju jalan raya,” terang Gus.

BACA JUGA :  Terima Kembali Mobil yang Sempat Dicuri, Nita Yunita Sumringah

Kemudian wartawan mengkonfirmasi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bangka, Ismir. Menurutnya, akses jalan tersebut sudah masuk dalam perencanaan mereka melalui mekanisme dana alokasi khusus (DAK), karena masuk kategori daerah penunjang pariwisata dan ketahanan pangan.

“Kalau tidak salah, daerah mengkubung ini juga sudah masuk di perencanaan kami melalui mekanisme DAK. Sekarang lagi pengajuan ke pusat untuk dananya. Kalau tidak salah masuk kategori daerah penunjang pariwisata dan ketahanan pangan,” ungkap Ismir.

Menurut dia, yang masuk dalam usulan ada sekitar 10,8 km. Dengan nama ruas jalannya yakni Sincong- Mengkubung.

Kemudian wartawan menanyakan kapan akan dipastikan, apakah akan terealisasi atau tidaknya perencanaan ini.

“Di tahun 2023 ini. Sekarang kami masih menunggu approve dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Katanya akhir Oktober finalisasi untuk kepastian dapat atau tidak dananya. Karena kalau dari Bappenas dan Kementerian PUPR sudah ACC. Maklum lah, distribusi keuangannya tergantung Kemenkeu. Tapi memang untuk Wilayah Belinyu dan Sungailiat itu menjadi atensi, dikarenakan pusat lagi mengakomodir penunjang destinasi wisata dan wilayah ketahanan pangan,” pungkas Ismir.

BACA JUGA :  Jelang Pemilu 2024, Muhammad Arif Buka Kantor Pemenagan

Sementara, selama menunggu, warga hanya berharap kepedulian dari para pelaku usaha yang berada di seputaran Dusun Mengkubung untuk memberikan kontribusi perbaikan jalan yang rusak tersebut. Seperti para pengusaha tambak udang, kebun sawit, tambang dan lain-lainnya. Serta tak luput meminta perhatian dari kades dan samat setempat. [Iv]

You may also like

Comments

Comments are closed.