0

HONGKONG, INDONEWS – Pisah kenang bersama Konsul Kepolisian KJRI di Hongkong, Agung Wahyudi bersama Gabungan Komunitas Tim Alpha PMI Hongkong (HKG).

Acara dimulai dengan doa bersama yang dipandu Suci (Al khasaniyah Causeway bay Hong Kong).

Meski sudah alih tugas, Agung Wahyudi mengaku akan selalu mendukung kegiatan komunitas pekerja migran di Hongkong.

“Teruslah selalu berkarya, membantu sesama PMI di manapun berada. Silahturahmi ini semoga akan terus terjalin. Komunikasi melalui WhatsApp, saya selalu siap merespon,” kata Agung, kepada Media-Indonews.com, Senin (23/5/2022).

Ia berharap dimanapun ditugaskan selalu amanah dalam mengembang tugas negara dan tidak ada kata melupakan, sehingga dalam waktu tertentu dapat terus bersilaturahmi.

“Kegiatan Tim Alpha PMI HKG hari ini, selain perpisahan juga menggalang donasi dari teman ke teman dengan tema Peduli Purna PMI. Tim Alpha PMI HKG mendapatkan aduan dari seseorang berinsial SW. Ia adalah mantan buruh migran Malaysia yang sudah lama mengidap penyakit tumor. Bahkan kebutuhan biaya dan jalan sudah sangat menipis. Saat ini SW membutuhkan uluran tangan dari kawan-kawan untuk biaya jalan,” ungkap Yantie, Ketua LA NKRI HKG.

BACA JUGA :  PIC Gelar Dialog Lintas Agama, Upaya Menjaga Nilai-nilai Pancasila di Indonesia

Penanggung jawab dalam penggalangan dana, Yantie menambahkan, adanya aduan itu, Tim Alpha PMI HKG berinsiatif untuk mambantu bersama melakukan pengumpulan donasi dari kawan ke kawan.

“Alhamdulillah hasil donasi sudah kami kirim langsung kepada yang bersangkutan melalui saya sebagai penanggung jawab sosial di Tim Alpha,” katanya.

Tim Alpha juga sudah melaporkan kepada Kepala Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Sakina Rosellasari, agar SW segera mendapatkan bantuan layanan pengobatan gratis, sehingga bisa membantu meringankan beban SW dan keluarganya.

“Puji Tuhan, beliau sangat cepat dalam merespon. Beliau langsung berkoordinasi dengan Kadisnaker di Semarang. Kamipun mendapatkan informasi, saat ini  sedang kita koordinasikan dengan pihak terkait, mengingat beliau warga masyarakat kami,” kata Yantie, mengutip pernyataan Kadisnaker Semarang.

Pihaknya berharap pemerintah daerah bukan hanya Jawa Tengah, namun seluruh propinsi beserta jajarannya hingga ke bawah benar-benar peduli dan melindungi, juga merespon setiap aduan-aduan warga dengan serius.

“Kalau bisa langsung dieksekusi. Terutama bantuan kepada mantan-mantan buruh migran yang sangat membutuhkan. Libatkanlah dalam bantuan program pemerintah,” tandasnya. (Laeli)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Ragam