0

BOGOR, INDONEWS – Ratusan warga yang notabene bekerja sebagai petani dari lima desa di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar unjuk rasa, di depan PT. Mandala Inti Persada/Bogor Mineral (PT. MIP-BM), Senin (4/7/2022).

Massa menyampaikan tuntutan melalui Muspika Tanjungsari meminta PT. MIP-BM untuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialami para petani.

Hadir dalam aksi ini petani dari lima desa di antaranya, Desa Tanjungrasa, Desa Pasir Tanjung, Desa Tanjungsari, Desa Sirnarasa dan Desa Sirnasari hadir pula puluhan anggota LSM, anggota beberapa ormas, Ketua Presedium Botim dan tokoh masyarakat wilayah Kecamatan Tanjungsari.

Dalam aksinya, para petani menyampaikan beberapa tuntutan kepada pihak perusahaan yang dituding penyebab keringnya sawah mereka, sehingga mengakibatkan petani tidak bisa bertani dan bercocok tanam yang akhirnya membuat mereka rugi.

Aksi ini juga langsung diterima oleh Sekretaris Kecamatan Tanjungsari, H. Suryana, SKM, MM, didampingi Kapolsek Tanjungsari, IPTU Hartanto Rahim SH., guna menampung aspirasinya dan tuntutan para petani, dan berjanji akan memberikan ruang mediasi dan musyawarah dengan pihak perusahaan.

BACA JUGA :  Keluarga Besar SDN Jampang 02-K3S Kemang: Duka Cita Atas Wafatnya Bapak Sudayat

Warsim, salah satu petani mengatakan sudah dua tahun ini dirinya tidak bisa menggarap sawahnya, karena saluran irigasi kali Cikompeni tertutup longsoran dan material perusahaan.

“Selama dua tahun ini, saya tidak bisa bertani nanam padi, pasalnya yang menjadi sumber masalah selama ini irigasi Cikompeni, yang sebelumnya sebagai sumber pengairan yg mengairi lahan pertanian seluas 799 hektar tertutup material perusahaan dan longsor,” tuturnya.

Dikatakan, sejak berdirinya perusahaan tersebut, irigasi Cikompeni menjadi tersumbat akibat pergerakan tanah longsor dari area PT MIP-BM. Para petani bergerak menuju ke PT MIP-BM, mengikuti himbauan dari Sekcam kecamatan Tanjungsari H. Suryana S.km.,MM didampingi Kapolsek Tanjungsari dan anggota serta dari pihak Koramil unjuk rasa yang dipimpin koordinator Syarif Hidayat berlangsung aman dan tertib.

Dalam aksi unjuk rasa ini, tak terlihat para kepala desa dari lima desa yang hadir untuk mendampingi para petani dalam menyampaikan aspirasinya.

Ketika dikonfirmasi tentang kenapa para kepala desa tidak ikut hadir dalam mendampingi warganya yang saat ini sedang memperjuangkan nasibnya, Sekcam Tanjungsari mengaku tidak tahu menahu tentang keberadaan para kepala desa.

BACA JUGA :  BPKAD KAB. SUKABUMI; SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

“Saya tidak tahu, pada kemana,” ujarnya.

Sementara Tarkim salah satu peserta aksi saat dikonfirmasi, tentang keberadan para kepala desa mengaku bahwa mereka sebelumnya telah menyampaikan pemberitahuan kepada para kepala desa tersebut.

“Kami sudah menyampaikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada para kepala desa,” katanya.

Unjuk rasa mendapat pengawalan ketat oleh aparat kepolisian sektor dari lima Kecamatan Polsek Tanjungsari, Polsek Cariu, Polsek Sukamakmur, Polsek Jonggol dan Polsek Klapanunggal juga Dalmas Polres Bogor dibantu oleh personel TNI Koramil 2108 Cariu Tanjungsari. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.