BOGOR, INDONEWS | Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Galuga sebagai lokasi pembuangan akhir sampah dari Kota dan Kabupaten Bogor sudah over kapasitas.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Samsul Hidayat, mengungkapkan, bahwa daya tampung TPST Galuga hanya tersisa tiga bulan ke depan.
“Makanya saya setuju jika setiap desa bisa melakukan pengelolaan sampah secara mandiri,” katanya.
Kondisi yang memprihatinkan ini direspons Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (Pemdes) Kecamatan Ciawi, Baban Subandi, A.Md.
Selain mengapresiasi lomba kebersihan tingkat desa se-Kecamatan Ciawi, Baban berharap setiap desa dapat mengalokasikan dana Satu Miliar Satu Desa (Samisade) untuk penanganan sampah.
“Apdesi Kecamatan Ciawi telah menyuarakan aspirasi dalam forum dengan Bupati Bogor, khususnya mengenai pemanfaatan alokasi bantuan keuangan (Samisade) dari Pemkab Bogor agar bisa digunakan untuk pengelolaan sampah di tingkat desa. Mudah-mudahan usulan kita ini dijadikan bahan dasar untuk penyusunan Peraturan Bupati (Perbup),” ungkapnya.
Baban menjelaskan, salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan sampah adalah ketiadaan tempat pembuangan sementara (TPS) di sebagian besar desa. Hal ini terjadi karena desa tidak memiliki lahan sendiri atau belum ada lahan hibah dari pihak lain.
“Ketika masyarakat ingin membuang atau akan dikolektifkan oleh pengurusnya, kami masih kebingungan tempat pembuangan sampah sementaranya,” ujarnya.
Makanya sebagai solusi, lanjut Baban, perlu adanya pengelolaan sampah secara mandiri dengan dukungan sarana-prasarana yang akan dituangkan dalam Perbup melalui bankeu Samisade yang direncanakan naik dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar per desa.
“Harapannya ini bisa berkesinambungan, bisa terus dilanjutkan sehingga menciptakan wilayah yang bersih, indah, dan nyaman,” pungkasnya.
Desa Teluk Pinang Juara 1 Lomba Kebersihan
Sementara itu, Desa Teluk Pinang, berhasil meraih juara pertama Lomba Kebersihan Desa Tingkat Kecamatan Ciawi dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 tahun 2025. Posisi kedua dan ketiga diraih oleh Desa Ciawi dan Desa Bendungan.
Atas prestasi ini, Desa Teluk Pinang akan mewakili Kecamatan Ciawi ke tingkat kabupaten dalam ajang serupa.
Kepala Desa Teluk Pinang, Ahmad Rifai, menyatakan keberhasilan tersebut bukan sekadar untuk meraih kejuaraan. Menurutnya, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan suatu keharusan.
“Ke depan, kami akan meningkatkan persiapan untuk maju ke tingkat kabupaten. Khususnya di RW 08, yang menjadi lokasi penilaian, kami sedang mempersiapkan kunjungan dari Ibu Bupati terkait kegiatan PKK,” ujar Ahmad Rifai, Selasa (3/6/2025).
Rifai mengungkapkan, Pemdes Teluk Pinang aktif menggerakkan gotong royong melalui Program Rumah Desa Sehat (RDS) dan Kampung Ramah Lingkungan (KRL).
“Di RW 08 terdapat program KRL dan RDS. Setiap minggu kami rutin mengadakan kegiatan kebersihan,” kata Ade Tahu, sapaan akrabnya. (Vina)





























Comments