0

BEKASI, INDONEWS – Suami calon Ketua RW 05, Kelurahan Jati Bening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi Djaleha Mulyasari atau bu Henry, Henry Hosfiar mendukung penuh apapun yang akan dilakukan istrinya demi kemajuan lingkungan dan kepentingan warga RW 05.

“Saya sebagai suami dari ibu Djaleha Mulyasari atau bu Henry sangat mendukung istri saya dijadikan Ketua RW 05 karena saya tahu bagaimana sepak terjangnya dia waktu masih kerja orangnya pekerja keras, orangnya senang bekerja kadang-kadang nggak tahu waktu,” ujarnya.

Ia mengaku tidak akan berhenti dan tidak akan lelah mensupport bila istri tercintanya nanti terpilih dan menjabat sebagai Ketua RW 05 Kelurahan Jati Bening Baru untuk mengabdi dalam membantu memberikan solusi dan saran buat kepentingan warga.

“Kalau saya yang terpenting yang terbaik buat lingkungan saya. Saya mendukung apapun keputusan dan kebijakan istri saya saya,” Kata Henry Hosfiar saat diwawancarai langsung, Sabtu (3/9/2022).

“Pertimbangan istri saya untuk maju pada Pemilihan ketua RW 05 ini bukan pertimbangan pribadi tapi pertimbangannya orang banyak, pasti dalam memutuskan hal ini sudah siap semuanya. Jadi, saya mendukung apapapun yang menjadi keinginan dan niat baik istri untuk mengabdi pada warga,” ucapnya.

BACA JUGA :  Warga Tidak Sabar dan Membuka Paksa, Betonisasi Jalan Desa Rusak

Lebih lanjut ia mengaku tahu banyak tentang warga dan orang-orang di lingkungan yang juga setuju dan mendukung istrinya menjadi Ketua RW. Dengan begitu makin meyakinkan dirinya untuk ikut serta dalam membantu istri maju di perhelatan ini.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua warga yang gak bisa saya sebutkan satu persatu namanya guna mendukung istri saya,” katanya.

Masih kata Henry, nanti bila terpilih, akan tekankan pada istrinya bahwa dalam bekerja yang diutamakan pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan kepentingan warga, semua dipergunakan untuk kepentingan warga dibicarakan secara musyawarah terus juga dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Menyikapi isu yang beredar bahwa perempuan dinilai kurang bagus dalam memimpin, itu orang yang berpikir kurang pemahamaan.

“Laki-laki itu lahir dari rahim seorang ibu kenapa kok yang melahirkan kita tidak pernah dikasih kesempatan dalam memimpin justru perempuan melahirkan itu lebih berat perjuangannya dalam melahirkan kita Itu taruhan nyawa,”imbuhnya.

“Jadi kalau ada pandang perempuan gak boleh maju dalam pemilihan ketua RW 05 itu salah besar, karna sudah banyak contoh pemimpin dan emansipasi Perempuan seperti istilah Habis Gelap Terbitlah Terang,” tegasnya.

BACA JUGA :  Ketua Poktan Cipendawa Asri Minta Dilirik UPT Pertanian

“Perempuan punya kedudukan yang sama dalam hal memimpin,dan saat ini sudah banyak perempuan yang jadi menteri dan jadi pemimpin lainnya, artinya hanya orang-orang yang punya pemahaman kurang yang berpikir perempuan tidak boleh maju,” tutupnya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Wajah Desa