BEKASI, INDONEWS – Sarana olah raga yang dibangun melalui anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi seharusnya dipelihara dengan terstruktur oleh pengelola sehinggabisa dimanfaatkan banyak orang dengan menjaga kebersihan serta merawat fasilitas yang ada.
Salah satu sarana milik Pemda Kota Bekasi yang dimanfaatkan orang banyak adalah Stadion Mini Kecamatan Pondokgede. Kini, kondisinya terlihat sangat memprihatinkan.
Pantauan media ini pada Kamis (13/11/2025), stadion mini yang terletak di sebelah Kantor Kecamatan Pondokgede terlihat kumuh. Toilet dan mushola pun seolah sudah tidak layak dipergunakan.
Toilet begitu kotor dan kaca-kaca pun terlihat pecah semua. Dalam toiletnya pun dipenuhi sampah yang dibuang sembarangan.
Salah satu warga menjelaskan, Stadion Mini Pondokgede ini sangat vital untuk melakukan kegiatan olah raga masyarakat. Tetapi, sarana dan prasarananya sudah tidak layak digunakan.
“Seperti toilet yang memprihatinkan. Padalah ini sangat dibutuhkan. Kondis Stadion Mini Pondokgede ini memang sudah lama seperti ini, kotor dan kumuh. Saya merupakan warga terdekat dengan stadion,” katanya.
Ia berharap pemerintah melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang baru dilantik segera meninjau Stadion Mini Pondokgede dan segera memperbaikinya.
“Dispora bertanggungjawab untuk pemeliharaan stadion mini ini. Saya yakin dana pemeliharaannya ada. Jangan sampai fasilitas stadion mini Pondokgede tidak terawat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini stadion juga menjadi tempat berkumpulnya remaja yang disingalir melakukan hal-hal yang tak diharapkan.
“Kalau sudah malam, lampu penerangan kan tidak ada jadi gelap sekali. Nah kami khawatir para remaja ini melakukan hal-hal negatif,” katanya.
Sementara salah satu warga sekitar mempertanyakan pengelolaan stadion mini Pondok gede yang dibangun pada 2017 silam tersebut.
“Selama 7 atau 8 tahun lalu stadion ini berdiri. Awalnya masih rapih dan dua gerbang pintu dibuka tutup, namun pada tahun keempat terlihat tak terawat,” ungkap salah satu warga yang mengaku sering berolahraga di stadion mini ini.
Ia menyebutkan, stadion mini Pondokgede yang kumuh menjadi pemandangan memprihatinkan.
“Cukup lewat saja dari luar stadion, suda terlihat gak enak dipandang, terlebih akses jalan di dalamnya,” sindirnya.
Selain itu, didalam stadion akses jogging track menjadi lahan parkir mobil orang tidak dikenal, dan pintu masuk gerbang stadion terlihat pedagang dan menjadi tempat pangkal ojol.
Hal itu terjadi karena kedua gerbang pintu stadion terbuka dengan keadaan rusak, sehingga menjadi akses lalu lalang kendaraan melintas.
“Hal itu memungkinkan akses jalan di dalam stadion hancur dan menyatu dengan dasar tanah hingga becek berlumpur jika hujan mengguyur,” katanya.
Tempat dan ruangan untuk mengganti pakaian para pemain bola pun terlihat sudah tidak layak pakai, dengan fasilitasnya berantakan.
“Hanya gembok saja yang terlihat masih menempel di pintu, namun kuncinya entah kemana. Gembok itu pun terlihat sudah berkarat, sudah tak bisa digunakan lagi,” ungkap warga.
Diketahui, pembangunan Stadion Mini di Kota Bekasi dilakukan sejak Tahun 2014-2017, dengan total anggaran kurang lebih Rp27 miliar untuk 8 atau 9 stadion mini. Termasuk pembangunan stadion mini pondok gede yang menelan biaya Rp 1,9 miliar. (Supri)





























Comments