0

BEKASI, INDONEWS – Camat Pondok Gede datang langsung pada Sholat Jumat yang dikabarkan tanpa adanya Imam dan khotib. Konon, para jamaah menggantikan Sholat Jumat tersebut menjadi Sholat Dzuhur berjamaah.

Hal itu terjadi di masjid di RT 003, RW 006 Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi Jawa Barat. Masjid ini berada di tengah-tengah penghuni sehingga jamaahnya cukup banyak.

Pamor RW 06 Kelurahan Jatimakmur, Amru menjelaskan, terkait tidak adanya Imam dan khotib karena imam dan khotib tidak hadir. Yang bersangkutan memberitahukan kepada Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM), bahwa tidak bisa hadir. Sementara informasi itu disampaikan pukul 11.45 WIB, atau menjelang adzan dzuhur.

“Dengan informasi itu, para pengurus kaget. Sedangkan pelaksanaan Sholat Jumat sudah mau dimulai. Pengurus mesjid berinisiatif menawarkan kepada para jemaah untuk menjadi seorang Imam dan khotib, namun tidak ada satupun yang bisa,” jelas Amru.

Karena tidak ada imam dan khotib, pengurus masjid dan ketua DKM memutuskan untuk melakukan Sholat Dzuhur berjamaah sebagai pengganti pelaksanaan Sholat Jumat.

BACA JUGA :  Peduli Cianjur, Keluarga Saung Salurkan Bantuan

Sementara itu, Camat Pondok Gede, Zainal Abidin Syah mengatakan, terkait masalah ini harus dilakukan mediasi agar tidak terlalu menyebar, dan permasalan terselesaikan dengan baik.

“Apapun bentuk permasalahanny, bisa diselesaikan dengan duduk bareng, dengan kepala dingin. Jadi permasalahan ini hanya miskomunikasi saja. Tidak hadirnya imam dan khotib seharusnya yang bersangkutan memberitahukan dulu kepada pengurus masjid dan Ketua DKM sebelum pelaksanaan Sholat Jumat,” jelas Zainal.

Camat berharap kedepannya tidak ada lagi kejadian yang menjadi polemik berkepanjangan. Ia juga berharap hal seperti ini bisa diantisipasi dan menjadikan kejadian ini sebagai contoh.

Sedangkan Ketua MUI Pondok Gede, Buya pada dalam mediasi tersebut tidak hadir karena ada kegiatan di luar. Mediasi dihadiri Camat Pondok Gede Zaianal Abidin Syah, Lurah Jatimakmur diwakili Pamor, Ketua DKM dan pengurus mesjid, tokoh masyarakat, Babinsa Wahyudi, dan Bimaspol Sapto Aji. (Supri)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Peristiwa