0

BANDUNG, INDONEWS Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat melakukan pengecekan menyeluruh jalur mudik di wilayah Jawa Barat guna memitigasi titik rawan kemacetan (trouble spot) dan titik rawan kecelakaan (black spot) menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Pengecekan dilakukan di seluruh jalur utama yang menjadi tumpuan arus mudik nasional. Jawa Barat diketahui menjadi jalur strategis perlintasan pemudik dari arah Sumatera dan DKI Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk arus balik.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Lalu lintas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono kepada wartawan Rabu (18/02/2026).

Dikatakannya, beberapa jalur yang telah disisir di antaranya jalur Pantura, Tol Trans Jawa, jalur arteri selatan hingga kawasan Pantai Selatan (Pansela).

Terakhir, jajaran Ditlantas bersama Kapolda Jabar melakukan pengecekan langsung ke jalur Pantai Selatan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan rekayasa lalu lintas.

Dalam pengecekan tersebut, kepolisian telah melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi kerawanan di masing-masing wilayah. Data titik trouble spot dan black spot telah dikantongi dan diserahkan kepada para Kasatlantas di tiap Polres untuk segera dikoordinasikan dengan instansi terkait.

BACA JUGA :  Aksi Brutal Garong Buah Sawit Sebabkan Anggota Brimob Terluka

“Kami sudah perintahkan para Kasatlantas agar berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk mengelola potensi kerawanan sebelum Operasi Ketupat dimulai, sehingga bisa dimitigasi lebih awal,” ujarnya.

Meski jumlah pasti titik rawan tidak dirinci, kepolisian memastikan seluruh data telah terdokumentasi dan menjadi dasar perencanaan pengamanan arus mudik.

Salah satu potensi trouble spot yang turut menjadi perhatian adalah keberadaan kendaraan tradisional seperti andong dan becak di sejumlah jalur mudik.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut akan mengambil langkah lebih masif dibanding tahun sebelumnya untuk mengakomodasi para pengemudi andong dan becak agar sementara waktu tidak beroperasi selama puncak arus mudik.

Langkah tersebut dinilai positif karena kecepatan kendaraan tradisional yang relatif lambat kerap memicu perlambatan arus lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.

Polda Jabar berharap dengan mitigasi yang lebih matang, pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini dapat berjalan lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya. (yd/fz)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Peristiwa