BOGOR, INDONEWS – Minimnya sarana atau insfrastruktur, pelayanan publik di wilayah kabupaten Bogor khususnya di Bogor Timur dinilai menjadi pekerjaan rumah (PR) yang tidak mampu diselesaikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
“Menjadi wakil rakyat apabila tidak mampu berbuat untuk masyarakatnya sebaiknya mundur,” ujar aktivis di Bogor Timur, Ali.
Hal senada juga disampaikan aktivis yang juga Ketua Lembaga Swadaya Penjara, Romi Sikumbang. Menurut pengamatannya, dalam waktu 3 tahun terakhir, sebelum tahun 2022 Kabupaten Bogor belum melakukan pembenahan maksimal.
“Itu terbukti masih adanya program rutilahu, jalan rusak, tambang ilegal, lalu lintas yang semrawut, penataan tata ruang, sanitasi yang buruk, pencemaran sungai, terminal bayangan di setiap perempatan jalan,” bebernya.
Selain itu, imbuh Romi, perosalan lainnya yakni bangunan sekolah yang tidak layak di Kabupaten Bogor menandakan masih terbelakangnya wilayah Kabupaten Bogor Timur.
“Belum lagi akibat tertangkapnya orang nomor satu di Kabupaten Bogor yang dua kali berturut turut dengan masalah yang sama dan dari partai yang sama. Ini menambah parah menurunnya kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya untuk wilayah timur,” ujar Romi.
“Dewan kita kerja apa?” Gak ada perubahan di tiga tahun belakang,” ujarnya lagi, Selasa (14/6/2022).
Romi juga mengatakan, terkait rencana pemekaran Bogor Timur menjadi kabupaten adalah isapan jempol belaka, jika insfrastruktur tidak dilakukan pembenahan maksimal.
“Harusnya mereka yang disebut dewan bisa mempercepat persiapan insfrastruktur Kabupaten Bogor Timur. Salah satunya dengan perbaikan insfrastruktur yang menyeluruh di ujung ujung Kabupaten Bogor,” terangnya.
“Herannya, anggota DPRD yang berangkat dari wilayah timur diduga sibuk dengan aktivitas tak penting. Ya, salah satunya kondangan,” cetusnya.
“Sudah berapa tahun mereka jadi dewan? Cileungsi masih macet, pasar tumpah sampai ke jalan, terminal bayangan masih ada di setiap perempatan, TPS liar, lampu merah, banjir, menambah kumuh wilayah Kabupaten Bogor, khususnya di timur.”
“Saya mengingatkan kepada DPRD yang berangkat darI dapil 2 bahwa wajah kusam Kabupaten Bogor wilayah timur hari ini adalah hasil kinerja kalian sebagai dewan. Jika terlihat buruk, maka itulah kinerja dewan kita,” masih kata Romi Sikumbang.
Menurutnya, dalam hal ini dibutuhkan sikap peduli terhadap masyarakat dalam memastikan pemerintah daerah Kabupaten Bogor mempercepat pembangunan fasilitas masyarakat, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan.
“Benahi insfrastruktur khususnya di perbatasan Kabupaten Bogor, karena sebagian masyarakat wilayah timur masih mengandalkan dari hasil pertanian, perkebunan. Sewajarnya jalannya harus bagus, saluran air yang rapih. Malu kita tinggal di Bogor tapi kebanjiran,” ujarnya.
“Berbuatlah yang terbaik untuk masyarakat Bogor Timur jangan bangga memakai gelar wakil rakyat jika tidak mampu berbuat untuk rakyat,” pungkasnya. (Firm)





























Comments