0

BOGOR, INDONEWS | Terkait keluhan masyarakat akibat bau menyengat yang ditimbulkan dari sebuah usaha pengolahan bulu ayam, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor belum memberikan tanggapan.

Setelah sebelumnya sulit ditemui wartawan, saat dihubungi untuk melakukan konfirmasi pun salah satu kepala seksi di DLH tidak menjawab.

Sekadar diketahui, wartawan bermaksud mengkonfirmasi pihak DLH untuk mendapat informasi apakah DLH akan menindak usaha pengolahan bulu ayam tersebut, sebagaimana diharapkan masyarakat.

Ketua DPD GMPK Kabupaten Bogor, Jonny Sirait  menyayangkan sulitnya menemui atau menghubungi pejabat di Kabupaten Bogor. Menurutnya, sebagai pelayan publik, justru oknum pejabat ini lebih banyak ‘bersembunyi’.

“Semakin tinggi jabatannya, semakin sulit pula ditemui. Itulah kebanyak sifat pejabat kita. Hemat saya, pejabat bermental seperti ini tidak boleh dibiarkan, harus ada tindakan dari atasannya seperti sekda,” ujar Jonny, Rabu malam.

Jonny mengaku memaklumi jika masyarakat menumpukan harapan kepada wartawan untuk menggali informasi terkait usaha pengelolaan bulu ayam tersebut.

“Dan wartawan sebagai kontrol sosial juga penyambung lidah masyarakat memiliki hak dan wewenang untuk melakukan konfirmasi atau wawancara dan hasilnya dijadikan produk berita akurat. Dengan begitu masyarakat mendapatkan kebutuhan informasi. Tapi kalau pejabatnya sulit ditemui dan dihubungi, ya tidak salah kalau masyarakat berasumsi buruk,” paparnya.

BACA JUGA :  DLH Sidak Serta Segel PT. Hengtraco Tehnik Indonesia Terancam Sanksi Adminitrasi

Jonny menambahkan, saat ini isu liar jika usaha pengolahan bulu ayam diduga dibekingi oknum masih bergulir akibat ketidakterbukaan pejabat berwenang. Maka dari itu, Jonny menyarankan agar wartawan menindaklanjutinya ke DPRD.

“Kabarkan informasi tersebut kepada DPRD Kabupaten Bogor agar segera ditindaklanjuti. GMPK pun terus mencoba menindaklanjutinya. Apabila terbukti ada pelanggaran dalam usaha ini, kita akan laporkan ke pihak berwenang,” tandasnya. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor