0

Strategi Baru Cetak Generasi Madrasah Berakhlak Mulia

BIREUEN, INDONEWS | Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.

Melalui peluncuran kurikulum berbasis cinta dan keteladanan, Kemenag Bireuen mendorong transformasi pendidikan madrasah menuju penguatan akhlak dan spiritualitas siswa serta peran sentral guru sebagai teladan umat.

Hal ini disampaikan oleh Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., saat membuka Kegiatan Uji Kompetensi Pedagogik Guru di MTsN 1 Bireuen.

Ia menekankan bahwa pendidikan bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga penguatan hati dan karakter melalui internalisasi nilai-nilai ilahiah dalam proses belajar-mengajar.

“Setiap apersepsi pembelajaran harus dimulai dengan ayat Al-Qur’an atau hadis. Ini bukan sekadar teknik, tetapi cara membangun jiwa, menanamkan iman, dan memperkuat nilai luhur dalam diri siswa,” tegasnya.

Kurikulum cinta yang dikembangkan Kemenag Bireuen mengedepankan kelembutan, empati, kasih sayang, dan keteladanan guru dalam membimbing siswa.

Guru tidak lagi diposisikan sekadar sebagai penyampai materi, melainkan sebagai qudwah hasanah, teladan nyata dalam membentuk karakter.

BACA JUGA :  Dinkes Bireuen Upayakan Pengisian Kekosongan Bidan Desa dengan P3K

“Guru yang mengajar dengan cinta dan iman akan melahirkan generasi yang bukan hanya cerdas akalnya, tapi juga bersih jiwanya,” lanjut Dr. Zulkifli.

Kurikulum ini akan diterapkan secara sistematis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di seluruh jenjang pendidikan madrasah. Setiap mata pelajaran diharapkan membawa pesan spiritual yang membentuk dimensi kognitif, afektif, dan sosial peserta didik secara utuh.

Seluruh guru MTs se-Kabupaten Bireuen turut ambil bagian dalam kegiatan ini, sebagai wujud sinergi untuk menghadirkan pendidikan Islami yang menyentuh hati.

Ke depan, Kemenag Bireuen juga akan memperluas implementasi kurikulum ini ke jenjang MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan MA (Madrasah Aliyah), guna memperkuat pondasi keilmuan dan keimanan generasi penerus.

Melalui pendekatan yang memadukan sains dan spiritualitas, Kemenag Bireuen yakin bahwa madrasah akan menjadi pilar utama dalam melahirkan insan kamil, generasi paripurna yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.