Jelang dan di Bulan Romadhon 1447 H / 2026
BOGOR, INDONEWS — Sebagai kelompok kecil dari gunungan gurita eksekutif masjid, kelompok sholawat ubat ubet semangat syiar dalam memakmurkan masjid dan musholla.
Menurut Agus, eksekutif masjid adalah siapa saja yang dalam aktivitasnya bertujuan untuk memakmurkan masjid.
Berarti bisa saja jamaah yang aktif, donatur yang aktif membantu upaya pemakmuran dan pembangunan masjid.
“Apalagi pengurus masjid yang sedang diamanahi mengemban tugas mulia ini, harus menjadi tokoh teladan menjadi eksekutif masjid,” tutur pria yang pernah diamanahi memimpin Lembaga Ta’mir Masjid dan Baitul Muslimin Indonesia tingkat Kabupaten.
Menurutnya, menjadi eksekutif masjid adalah semangat hidupnya.
“Gelorakan dan ratakan gerakan menjadi eksekutif masjid. Mari saling dukung dan bantu. Sehingga, tujuan memakmurkan masjid dilakukan dengan semangat,” ajaknya.
Ia menambahkan, tujuan memakmurkan masjid dalam rangka melaksanakan sebagian kecil dari beragam ibadah yang diperintahkan Allah untuk jin dan manusia.
“Tidak lah Allah menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk melaksanakan ibadah kepadaNya,” ucap Agus, mengutip hadist Al-Quran, seraya menambahkan, konsistensi untuk menjadi eksekutif masjid, karena dijamin Allah akan dimulyakan dan dimakmurkanNya.
Semangat ini kemudian melahirkan e-Mas (Eksekutif Masjid Mulya Makmur). Pemilihan tempat yang kondusif untuk saling tukar informasi seputar kegiatan dan manajemen pemakmuran masjid menjadi penting.
Tempat pilihan harus ada masjid, ruangan representatif untuk brainstorming dan yang tak kalah menarik adalah penataan ruang makan yang eksotis yang dapat mereduksi kepenatan dan kelelahan paska diskusi dan lain-lain.
Jika berupa saung-saung di atas kolam yang di bawahnya aneka macam ikan, ini paket komplit menghilangkan rasa lapar dengan hidangan makanan higienis sekaligus berfungsi sebagai ‘healing spot’ yang sangat dibutuhkan.
Para eksekutif masjid dari berbagai wilayah dengan variasi potensi dan keahlian bidang ilmu yang relevan dapat saling berbagi ilmu (brain storming), sehingga berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi dalam memakmurkan masjid ditemukan solusi terbaiknya.
Manajemen keuangan masjid menjadi prioritas utama yang perlu dibenahi. Satu pintu pengelolaan keuangan masjid dengan mengikuti perkembangan zaman digital banking adalah suatu keniscayaan.
Setiap unit atau seksi yang ada dalam struktur organisasi masjid jangan dibiarkan mengelola keuangan secara mandiri.
Unit-unit organisasi tersebut cukup fokus sesuai tugas pokoknya yang berjalan secara sinergis.
Sebagai wujud kepedulian para eksekutif Masjid disalurkan juga sebagian dana dari UPZ Bank Jakarta kepada pengurus Musholla al-Amin yang diwakili oleh Bapak Joko Nurdin dan Bapak Abdullah Bahar.
“Mari bersinergi. Kita kolaborasi. Kita berbagi. Kita menjadi agen yang melahirkan eksekutif masjid yang menebar nilai manfaat kebaikan di tingkat lokal, di seantero negeri Indonesia tercinta dan dunia,” tandasnya. ***





























Comments