0

BIREUEN, INDONEWS | Kondisi Kantor Kepala Sekolah dan Ruang Guru UPTD SMPN 2 Bireuen yang terletak di Desa Cot Gapu, Kabupaten Bireuen, kini sangat memprihatinkan.

Bangunan yang telah berusia puluhan tahun itu tak lagi layak digunakan. Ironisnya, selama bertahun-tahun, gedung ini seolah luput dari perhatian Pemerintah Daerah.

Pantauan tim media ini pada Sabtu (23/8/2025), kerusakan serius di hampir seluruh bagian bangunan. Plafon yang bolong dan rapuh dibiarkan terbuka.

Saat hujan turun, air masuk membanjiri ruangan, mempercepat kerusakan struktur dan membahayakan keselamatan para guru serta staf yang masih bertahan menjalankan tugas mereka.

Lebih dari sekadar bangunan yang rusak, kondisi ini melukai nurani. SMPN 2 Bireuen bukanlah sekolah biasa, ia telah menjadi saksi sejarah, melahirkan generasi penerus bangsa yang kini tersebar di berbagai pelosok negeri.

Saat ini, sekolah tersebut bahkan menjalankan program boarding school, yang semestinya menjadi indikator perlunya perhatian dan dukungan lebih dari pemerintah.

Sayangnya, Kepala UPTD SMPN 2 Bireuen, Yuslia, S.Pd., belum dapat dikonfirmasi karena sedang dalam kondisi kurang sehat.

BACA JUGA :  Pj. Bupati Bekasi Ajak Stakeholder Jadikan Idul Fitri Momentum Bersinergi

Namun, keresahan mulai muncul di tengah masyarakat. Banyak yang mempertanyakan: Mengapa sekolah ini seolah dibiarkan di luar prioritas pembangunan? Apakah ada hambatan administratif? Ataukah ini akibat kurangnya keadilan distribusi anggaran pendidikan?

Sebagai pembanding, dua sekolah lain di wilayah Jeumpa (UPTD SMPN 1 dan UPTD SMPN 2) kini sedang dalam proses pembangunan dengan sistem swakelola.

Fakta ini menguatkan dugaan bahwa masih ada sekolah-sekolah lain yang mengalami nasib serupa namun belum mendapat sorotan.

Sungguh menyedihkan bila sebuah lembaga pendidikan, yang telah berkontribusi besar dalam membangun sumber daya manusia daerah, harus bertahan dalam ketidaklayakan seperti ini.

Dalam konteks pembangunan pendidikan nasional, infrastruktur sekolah bukan hanya soal fisik, tapi juga soal keadilan, komitmen, dan keberpihakan pada masa depan anak bangsa.

Harapan besar kini tertumpu pada Pemerintah Kabupaten Bireuen. Masyarakat menunggu langkah konkret: evaluasi menyeluruh, kebijakan tepat sasaran, dan pembangunan yang tak lagi memandang sebelah mata.

Mari jaga dan bangun kembali ruang-ruang yang pernah menjadi tempat tumbuhnya cita-cita.

BACA JUGA :  Lahan Pertanian Terancam Kekeringan di Kabupaten Bekasi Tersisa di 53 Desa

Karena ketika dinding sekolah runtuh, bukan hanya bangunan yang hilang, tetapi juga semangat, dedikasi, dan harapan yang telah lama hidup di dalamnya.

Sudah waktunya SMPN 2 Bireuen berdiri kokoh kembali, bukan hanya bangunannya, tetapi juga harga diri pendidikan. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pemerintahan