0

BONDOWOSO, INDONEWS – Nasib kurang berutung menimpa Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial HM (60). Niat hati ingin merubah kehidupan di negeri Jiran Malaysia, ia justru pulang ke tanah air dengan kondisi tak bernyawa.

Kematian warga Desa Lojajar, Kecamatan Tengarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur itu berawal dari kecurigaan Hanafia (42) istri korban. Dimana selama satu minggu korban tidak ada kabar. Biasanya selalu memberi kabar disaat istirahat bekerja.

Dari rasa penasaran tersebut, Hanafia mencoba menghubungi kerabat atau teman pada saat bekerja. Namun selang beberapa jam menunggu, teman seperjuangan di lokasi kerja ternyata kabar buruk, HM dikabarkan sudah tidak bernyawa.

Beruntung, di Bondowoso ada Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang bekerja sama dengan relawan SBMI, IWJ dan SRB, serta Disnakertrans Bondowoso, diawasi langsung Nurul Hidayati ST dari UPT P2TK Disnakertrans Provinsi Jatim untuk memperoses kepulangan jenazah dari Negeri Jiran tersebut.

Dari hasil konfirmasi tim rewalan MH bekerja di pabrik Galfalum serta meningalnya korban murni bukan kecelakaan kerja, atau karena faktor usia.

BACA JUGA :  Cegah Banjir, KP2C Apresiasi Pengerukan Kali Bekasi

“Istri korban memiliki kecurigaan karena tidak ada kabar dari HM. Ternyata setelah tujuh hari mencari kabar, HM dinyatakan sudah meningal dunia,” jelasnya.

Kepulangan korban oleh relawan serta instasi terkait membuahkan hasil positif, setelah dilakukan koordinasi serta memproses izin kepulangan korban ke Indonesia.

Kepulangan jenazah ke kampung halaman disambut isak tangis sanak keluarga. Gerumuh tangis pecah ketika melihat mobil ambulans tiba mengatar HM ke Desa Lojajar, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Turut hadir saat penjemputan jenazah di Desa Lojajar, di antaranya babinsa, babinkantibmas, kepala desa berserta perangakat desa setempat.

Sukur, mengaku bersyukur proses pemulangan keluarganya itu tidak dipungut biaya sedikit pun. (Imam/edi)

You may also like

Comments

Comments are closed.