JAKARTA, INDONEWS | Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI) Dr. Iswadi M.Pd mengaku siap apabila Presiden Prabowo mempercayainya untuk masuk Kabinet.
Hal ini merespons beredarnya kabar terkait dukungan untuk dirinya menjadi sebagai salah satu Menteri kabinet Presiden Prabowo.
“Kalau memang negara memanggil dan mendapatkan restu dari Allah, maka harus siap,” kata Iswadi, saat ditanya terkait banyaknya dukungan agar dirinya masuk untuk kabinet Prabowo.
Ia berjanji untuk mengabdi sepenuh hati kepada negara dan rakyat jika benar dilantik menjadi menteri.
“Insya Allah setelah pelantikan saya berjanji akan segera memulai tugas mulia tersebut,” katanya.
Pertama-tama, ia akan memprioritaskan memperkuat sistem pendidikan dasar dan menengah, yang menurutnya merupakan pondasi yang kuat untuk kemajuan bangsa.
Dirinya bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, dan ahli pendidikan untuk merancang kebijakan yang dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
Selain itu, Iswadi juga fokus pada pemberdayaan tenaga pendidik. Dia percaya bahwa guru yang berkualitas adalah kunci utama dalam memberikan pendidikan yang berkualitas pula.
Oleh karena itu, ia menginisiasi program pelatihan dan pengembangan bagi para guru, serta meningkatkan insentif bagi mereka yang berprestasi dan kedepan guru itu juga harus menjadi pilihan bergengsi untuk generasi muda.
“Kalau guru sudah sejahtera, maka cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa akan mudah terwujud dan salah satu terobosan yang akan dilakukan adalah mereformasi guru dan dosen, membuat regulasi sistem pendidikan guru dan dosen baik dari segi isi, misi maupun dari kelembagaan, karena guru dan dosen merupakan pilar pendidikan menyongsong Indonesia Emas,” jelasnya.
Ia menyebutkan, guru dan dosen juga merupakan komunikator yang harus mampu menyampaikan sesuatu secara efektif dan efisien kepada orang lain, khususnya kepada para peserta didik.
“Dan kedepan duru juga harus menjadi profesi yang bergengsi di masa mendatang. Untuk menjadi seorang guru, tidak boleh hanya mengandalkan tes IQ seperti yang selama ini diterapkan, dengan demikian pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, dan peran perempuan, pemuda, serta penyandang disabilitas akan terwujud sesuai dengan visi yang sudah disampaikan oleh pak Prabowo saat mendaftar ke KPU,” paparnya.
Namun, imbuh Iswadi, perjalanan menuju perubahan tidaklah mudah. Ia akan menghadapi berbagai tantangan dan hambatan di sepanjang jalan. Dari resistensi pihak-pihak yang tidak setuju dengan kebijakannya, hingga keterbatasan sumber daya dan anggaran yang tersedia.
Namun, dia mengaku tidak akan menyerah begitu saja. Dengan tekad yang bulat dan semangat yang membara, ia terus melangkah maju, mencari solusi atas setiap masalah yang muncul.
Dalam melakukan pekerjaan nanti, Iswadi berjanji tidak pernah lupa akan asal-usulnya. Ia tetap rendah hati dan bersyukur jika kesempatan yang diberikan kepadanya, karena tahu bahwa perjalanan menuju perubahan belum berakhir, dan masih banyak hal yang perlu diperbaiki.
“Dengan keyakinan dan tekad yang kuat, saya siap untuk terus melangkah maju, untuk menjadikan pendidikan sebagai mesin penggerak kemajuan bangsa,” paparnya.
Lebih berlanjut, ia menyadari bahwa peran di kabinet bukanlah akhir dari perjuangannya, melainkan awal dari babak baru dalam hidupnya. Setiap hari membawa tantangan baru, namun juga kesempatan baru untuk memberikan dampak positif bagi masyarakatnya.
Dan pada akhirnya, yang paling penting bagi Dr. Iswadi, M.Pd., bukanlah gelar atau jabatan.
Ketika wartawan kembali bertanya kepada Iswadi, kira-kira posisi menteri apa yang cocok untuk diisi? Iswadi menjawab terserah pada Presiden, karena itu hak perogratif Presiden.
“Jika negara memanggil, Insya Allah kita siap ditempatkan di mana saja,” tandasnya (Hendra)





























Comments