0

BIREUEN, INDONEWS – Perjalanan sukses dari seorang pendamping para pemimpin terlepas dari peran seorang istri yang hebat dan lebih hebat lagi.

Suksesnya seorang istri pasti ada kekuatan dahsyat dari seorang suami. Ir. Hj. Meutia Safrida adalah sosok istri inspiratif dari pasangan Dr. Azwar Abubakar, sosok politikus Indonesia yang pernah menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia, serta pernah juga menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Propinsi Aceh Darussalam.

Meutia Safrida di tahun 2024 ikut ambil andil dan berpatisipasi dalam kancah  pesta demokrasi. Meutia mencalonkan diri sebagai calon legeslatif DPR RI dapil 2 Aceh dari Partai Amanat Nasional (PAN) meliputi Kabupaten Bireuen, Benerneriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Kota Langsa dan Aceh Tamiang.

Naiknya Meutia Safrida sebagai calon legeslatif DPR RI dikarenakan banyaknya fenomena dinamika demokrasi dan birokrasi serta SDM di Aceh secara keseluruhan masih lemah ditambahkan kesempatan atau kewewenangan mengatur pelaksanaan syariat islam untuk kesejahteraan masyarakat belum terimplementasi dengan baik serta pertubuhan ekinomi rakyat masih rendah, pengelolaan pertambangan belum efisien dan kualitas pendindikan di Aceh masih terpuruk.

BACA JUGA :  Wakapolres Bangka Barat Tekankan Pentingnya Kedisiplinan

Meutia optimis pasti ada harapan untuk bantu rakyat dengan misi utamanya mewujudkan regenerasi muda Aceh yang unggul, tentunya selaras dengan komitmen dari PAN, yaitu mencetak generasi muda yang berintegritas tinggi dan sadar politik.

Meutia Safrida sebelumnya pernah menjadi Kasie Bapedda Propinsi Aceh, Kabid Dinas sosial dan aktif berdinas di Kementerian Pertanian di Jakarta.

Jejak rekam pengalaman organisasi Meutia Safrida pantas mendapat dukungan untuk bisa naik menjadi anggota DPR RI, berada di Senayan, dalam parlemen nasional sebagai perwakilan dari suara-suara perempuan Indonesia, terutama suara perempuan di Aceh.

Terbukti sejarah pernah mencatat bahwa Meutia Safrida pernah dinobatkan juga sebagai Ketua BKMD (Badan Kontak Majelis Taklim Aceh), Ketua PKK Aceh, Ketua Deklaranas Aceh, Ketua Persatuan Olah Raga Wanita Aceh, Ketua Pemberdayaan Perempuan Tim Taman Iskandar Muda Aceh di Jakarta.

Dengan kaya inovasi, punya integritas tinggi, maka perlu adanya komitmen lebih mengkedepankan aspirasi regenerasi muda sebagai bentuk kositensinya berjuang ikut serta dalam pesta demokrasi tahun 2024. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.