0

BEKASI, INDONEWS – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menggelar sosialisasi pencegahan stunting dari hulu bersama mitra kerja, di Yayasan Masjid Baiturrahman, Jalan Dr. Suharjo, nomor 96 A, Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7/2022).

Sosialisasi dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Hj. Kumiasih Mufidayati, Direktur Kerjasama Pendidikan Kepedudukan BKKBN Pusat Dr. Edi Setiawan, Kepala Bidang Penggerakan dan Ketahanan Keluarga Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarya, Ibni Sholeh M., Si.

Kumiasih Mufidayati yang memberikan edukasi tentang pencegahan stunting mengatakan, sosialisasi ini adalah program kolaborasi yang diselenggarakan di seluruh Indonesia.

“Kita harus berjuang menekan angka stunting di Indonesia. Saya berharap kepada bapak dan ibu agar dapat memahami stunting, serta dampak buruknya pada anak. Juga menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kita semua bagaimana masyarakat agar sadar bahwasa stunting ini bahaya dan bisa terjadi kepada siapa saja,” kata Kumiasih.

Sementara Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN Pusat, Dr. Edi Setiawan mengatakan, BKKBN mempunyai kegiatan kedutaan dengan anggota Komisi IX DPR RI. Salah satu programnya yaitu sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana, dan memberikan penjelasan tentang bagaimana mengatasi dan mencegah stunting.

BACA JUGA :  Pj. Bupati Minta 69 Orang Panwascam Pegang Teguh Prinsip Netral

“Stunting itu adalah dimana kondisi anak yang mengalami gagal tumbuh pada balita. Itu karena kekurangan gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupan, sehingga menimbulkan pertumbuhan tidak ideal, dan lebih rentan terhadap penyakit dan perkembangan otaknya tidak maksimal,” jelasnya.

Anak terkena stunting, tutur dia, cirinya yang bisa terlihat jelas adalah tinggi badannya lebih pendek dari umur seusianya.

“Jadi cara mencegah stunting itu dengan cara menjaga pola makan, dan makan makanan yang bergizi, serta lingkungan bersih,” ujar Edi.

Kepala Bidang Penggerakan dan Ketahanan Keluarga Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Drs. Ibni Sholeh menambahkan, stunting merupakan gagal tumbuh gagal kembang pada anak.

“Fisiknya gagal bertumbuh dengan umur seusianya, kecerdasan otaknya pun tidak sesuai dengan anak seusianya. Stunting itu bukan keturunan, tetapi akibat kekurangannya gizi, lingkungan yang tidak bersih, pola asuh yang tidak tepat. Stunting tidak bisa diobati, solusinya yaitu dengan cara kita memberikan edukasi, agar dapat melakukan pencegahan sejak dini,” jelas Ibni Sholeh. (Supri)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Adventorial