0

JAKARTA, INDONEWS — Dewan Pimpinan Pusat Barisan Relawan Jalan Perubahan dulu Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) menyikapi pernyataan kontroversial Budi Arie Setiadi pada acara Temu Relawan, beberapa waktu lalu.

Atas situasi yang berkembangan di masyarakat terkait pemberitaan dan video pernyataan dari Ketua Umum Projo dalam sebuah acara temu relawan di Jakarta beberapa waktu lalu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Relawan Jokowi Presiden (DPP BaraJP) selaku organ Relawan Jokowi yang pertama dan tertua sejak tahun 2013 menyampaikan beberapa hal sebagai berikut

  1. BaraJP tetap mendukung dan mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029 dan untuk dua periode selanjutnya.
  2. Terkait pernyataan Ketua Umum Projo dalam acara Temu Relawan Jokowi di Jakarta beberapa waktu lalu, maka pernyataan tersebut merupakan pendapat dari Budi Arie Setiadi selaku Ketua Umum Projo.
  3. Pernyataan Ketua Umum Projo tidak mewakili sikap BaraJP dan sikap Relawan Jokowi lainnya. Masing-masing organ Relawan Jokowi memiliki dan menyampaikan pemikiran dan pandangan yang beragam mengenai tema-tema kebangsaan yang sedang bergulir saat ini.
  4. Secara umum konteks percakapan dalam acara temu relawan adalah membahas mengenai perkembangan PSI, yang mana bapak Jokowi telah turun langsung menghadiri undangan kegiatan konsolidasi PSI di berbagai daerah. Dan dalam arahannya, bapak Jokowi menyampaikan materi yang sama sekali berbeda dengan yang disampaikan Budi Arie Setiadi. Bapak Jokowi menekankan kepada seluruh relawan yang hadir untuk tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran yang saat ini sedang fokus bekerja melaksanakan program-program pro kerakyatan. Arahan dari bapak Jokowi tersebut sekaligus menjadi penutup acara temu relawan.
  5. Menyikapi narasi-narasi liar yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab di berbagai platform media sosial, BaraJP mengecam para provokator yang mengaitkan BaraJP pada isu 27 Agustus. DPP BaraJP mengimbau kepada seluruh komponen bangsa untuk tetap menjaga dan mempererat persatuyan dan kesatuan bangsa, dengan tidak terpancing terhadap segala usaha dari pihak-pihak yang ingin memecah belah pertsatuan nasional dan yang tidak ingin melihat Indonesia Maju.
BACA JUGA :  Ketum BaraJP Beberkan Prestasi Presiden Jokowi di Kancah Internasional

Demikian surat Pernyataan DPP BaraJP bernomor 021/B/EXT/DPP-BaraJP/VIII/2026 yang ditandatangani langsung Ketua Umum BaraJP Willem Frans Ansnay dan Sekretaris Jenderal BaraJP, Boy BRJ Nababan.

BaraJP

BaraJP Relawan Pertama dan Tertua

Ketum BaraJP, Willem menerangkan bahwa Bara JP merupakan salah satu pionir nama Jokowi makin dikenal di panggung nasional, khususnya saat Pemilu Presiden 2014.

Sebelum banyak relawan bermunculan, BaraJP sudah duluan eksis sebagai pelopor gerakan pencapresan Jokowi.

“BaraJP dibentuk tahun 2013, jauh sebelum Jokowi diumumkan sebagai calon presiden. Komunitas ini awalnya berisi kumpulan orang dengan semangat sama, ingin mendorong Jokowi maju ke Pilpres 2014,” kata Willem.

Ia menjelaskan, nama “Barisan Relawan Jokowi Presiden” dipilih agar mudah diingat sekaligus memiliki makna simbolik. Kata “barisan” menggambarkan solidaritas, sementara “relawan” menunjukkan semangat sukarela tanpa pamrih.

“Bara JP Pelopor Relawan Pencapresan Jokowi 2014 sebelum partai resmi mendeklarasikan Jokowi. Relawan-relawan dari BaraJP sudah bergerak duluan,” ujarnya

“Bara JP Pelopor Relawan Pencapresan Jokowi 2014 sebelum partai resmi mendeklarasikan Jokowi. Relawan-relawan dari BaraJP sudah bergerak duluan,” tegasnya.

Para relawan tersebut, tambah Willem, telah menggelar berbagai kegiatan, seperti Diskusi publik di kampus dan komunitas; Penyebaran kaos, poster, dan atribut dukungan serta Kampanye kreatif lewat media sosial.

BACA JUGA :  BaraJP: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden

“Selain itu, kami turun langsung ke masyarakat untuk sosialisasi figur Jokowi. Bisa dibilang, tanpa BaraJP, Jokowi mungkin tidak bakal secepat itu punya basis dukungan relawan sebesar sekarang,” ungkapnya.

Mengapa Bara JP jadi Penting? Menurutnya ada beberapa alasan kenapa BaraJP singkatan dari Barisan Relawan Jokowi Presiden dianggap penting. Pertama kali gerakan relawan politik muncul besar-besaran di Indonesia.

“Kami kemudian membuka jalan bagi kelompok relawan lain seperti Projo dan Relawan Tematik. Kami menjadi model bagaimana masyarakat sipil bisa aktif di politik tanpa harus jadi bagian partai juga menjadi simbol bahwa politik bisa digerakkan oleh rakyat biasa,” tandasnya.

Pernyataan tersebut sebelumnya juga pernah disampaikan Ketua Harian DPP DPP BaraJP, M. Adli Abdulah beberapa waktu lalu. Adli mengungkapkan fakta menarik BaraJP yang jarang diketahui yang awalnya hanya gerakan kecil sekumpulan orang di Jakarta.

“Kami kemudian cepat meluas dalam hitungan bulan, sudah punya cabang di berbagai daerah. Kampanye kreatif kami sering memakai seni, musik, dan media sosial untuk menarik perhatian anak muda,” paparnya.

Dikatakan Adli, BaraJP juga merupakan relawan lintas profesi dengan kompisis macam-macam, mulai dari aktivis, dosen, mahasiswa, sampai pedagang kecil

“Kami tetap eksis pasca-2014. Dan walau pemilu sudah lewat, BaraJP masih aktif sebagai jaringan relawan politik,” tegasnya.

Adli memaparkan perbandingan BaraJP dengan relawan lain, di antaranya telah aktif pada tahun 2013-2014 dan mendorong Jokowi maju menjadi capres, BaraJP juga disebutnya sebagai pelopor gerakan relawan politik.

BACA JUGA :  Baliho Dibongkar Oknum, Relawan: Jaro Ade Didzholimi

“Soal dampak Bara JP dalam Politik Indonesia, gerakan BaraJP jadi bukti bahwa politik di Indonesia bisa berubah lewat partisipasi warga biasa. Dari sini, muncul fenomena baru: politik berbasis relawan,” katanya.

Dampaknya cukup besar. Politisi jadi lebih dekat dengan masyarakat. Kampanye jadi lebih variatif karena tidak melulu lewat baligo. Relawan punya daya tawar politik.

“Jadi, BaraJP bukan hanya singkatan, tapi simbol perubahan cara berpolitik di Indonesia,” tegasnya.

“BaraJP pertama kali berdiri tahun 2013, saat Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. BaraJP menjadi motor awal dukungan publik dan membuat Jokowi lebih percaya diri maju,” tambahnya.

Ia menyebutkan perbedaan BaraJP dengan Projo, yakni BaraJP pelopor, sedangkan Projo lebih besar dan masif setelah Jokowi resmi dicalonkan.

“Sampai sekarang BaraJP masih aktif sekarang, sebagian besar anggotanya masih eksis sebagai jaringan relawan, meski bentuknya lebih cair,” paparnya.

“Jadi, sekarang sudah jelas ‘kan kalau BaraJP singkatan dari Barisan Relawan Jalan Perubahan, pelopor gerakan relawan politik yang sukses mengawal Jokowi maju di Pilpres 2014. Buat yang suka belajar soal politik Indonesia, kisah BaraJP ini wajib banget diketahui,” tandas Adli.

Terkait perubahan kepanjangan dari Relawan Jokowi Presiden menjadi Relawan Jalan Perubahan, Waketum DPP Bara JP, Yogie Tri Wardana menjelaskan, secara aturan tidak boleh mendaftarkan nama Jokowi Presiden di Kementerian  Hukum dan HAM.

“Walau pak Jokowi sudah tanda tangan persetujuan pemakaian namanya, namun secara aturan tidak boleh, maka secara administrasi kenegaraan, kepanjangan BaraJP menjadi Barisan Relawan Jalan Perubahan,” terangnya. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Headline