0

BIREUEN, INDONEWS – Sedikitnya 10 kecamatan dan 47 desa di Kabupaten Bireuen terendam banjir akibat hujan deras yang terus terjadi sejak Jumat (20/1/2023).

Banjir bukan saja merendam pemukiman masyarakat, akan tetapi badan jalan nasional Medan-Banda Aceh pun ikut terendam, sehinga menyulitkan bagi penguna jalan umum untuk melintas.

Demi melancarkan arus lalu lintas dalam kondisi banjir, Kapolres melalui Kasat Lantas Polres Bireuen, AKP Fachrul Razi, didampinggi KBO lantas, Kanit Turjawali dan 12 personel lantas lainnya diterjunkan ke lokasi banjir, kawasan badan jalan Nasional, Kecamatan Peudada Bireuen, Sabtu (21/1/2023).

Kasat Lantas Polres Bireuen, AKP Fachrul Razi, didampinggi KBO lantas, Kanit Turjawali dan 12 personel lantas lainnya diterjunkan ke lokasi banjir

“Tugas ini telah dijelaskan pada pasal 13 UU No 2 Tahun 2002  bahwa tugas pokok Polri adalah; memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” jelas AKP Facrul Razi.

Ia menambahkan, dijabarkan lagi Pasal 14 UU No 2 Tahun 2002, maka Polri bertugas, di antaranya melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan; menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas jalan.

BACA JUGA :  Mensos RI Kunjungi Abung Timur, Bantu Warga Penderita Tumor Ganas

Kapolres melalui Lasat Lantas Polres Bireuen mengimbau agar masyarakat, khususnya pengguna jalan harus berhati-hati dan tidak melaju kendarannya dengan kecepatan tinggi.

Sementara berdasarkan laporan Posko Tagana Dinsos Bireuen yang diterima Media-Indonews.com, Sabtu (21/1/2023) adalah sebagai berikut

Akibat Luapan

Kronologis: Hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Bireuen mengakibatkan meluapnya air dari saluran aliran di desa-desa dan meluapnya sungai (Krueng) mengakibatkan banjir di 10 kecamatan meliputi 47 desa di wilayah Kabupaten Bireuen.

Desa yang terendam:
  1. Kecamatan Peusangan; Desa Alue Udeung, Desa Paloh, dan Desa Paya Abo. 2. Kecamatan Kota Juang; Desa Pulo Ara. 3. Kecamatan Jeumpa; Desa Cot Keutapang. 4. Kecamatan Juli; Desa Blang Ketumba, Desa Batee Raya, Desa Juli Seutuy, Desa Mns. Tanjong, dan Desa Paya Ru.
  2. Kecamatan Peudada; Desa Meunasah Alue, Desa Alue Sijuk, Desa Jaba, Desa Blang Matang. 6. Kecamatan Peulimbang; Desa Balee Daka, Desa Garap dan Desa Meunasah Tengoh. 7. Kecamatan Jeunieb; Desa Sampa Ajad, Desa Janggot, Seungko, Desa Ulee Blang, Desa Paya Bili, Desa Blang Neubok Barat, Desa Ulee Gajah, Desa Meunasah Kupula, Desa Meunasah Tambo, Desa Meunasah Keutapang, dan Desa Cot Geulumpang Baro.
  3. Kecamatan Pandrah; Desa Samagadeng, Desa Kuta Reusep, Desa Pandrah Janeng, Desa Gampong Blang, Desa Pandrah Kandeh, Desa Panton, (120 KK 450 jiwa terdampak), Desa Lancok Ulim, Desa Garot (30 KK 120 jiwa terdampak)
  4. Kecamatan Simpang Mamplam; Desa Ie Rhob Timu, Desa Ie Rhob Barat, Desa Ie Rhob Babah Lueng, Desa Arongan, Desa Blang Kuta Coh. 10. Kecamatan Samalanga; Desa Cot Siron, Desa Tanjongan, Desa Meuliek, Desa Gampong Putoh, Desa Kandang, Desa Gampong Baro, Desa Namploh Blang Garang, dan Desa Namploh Baro. Dalam peristiwa ini, dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
BACA JUGA :  Proyek Selesai tak Dibayarkan, Kontraktor di Tangerang Mengeluh
Pengungsian
  1. Kecamatan Pandrah; Desa Lancok Ulim (150 KK 600 jiwa mengungsi di Meunasa Desa), Desa Gampong Blang (121 KK 450 jiwa mengungsi di Meunasa Desa), Desa Pandrah Janeng (145 KK 505 jiwa mengungsi di Meunasah Desa), Desa Pandrah Kandeh (90 KK 300 jiwa mengungsi di Meunasah Desa). Jumlah Total Pengungsi 506 KK 1.855 Jiwa, Total Terdampak 656 KK 2.425 Jiwa.
    (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Headline