BEKASI, INDONEWS – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN RI) terus melakukan upaya untuk menekan angka Stunting di Indonesia. Salah satunya dengan mengadakan sosialisasi di seluruh penjuru negara.
Baru-baru ini, sosialisasi dilangsungkan di Kecamatan Cempaka Putih, DKI Jakarta, Sabtu(06/08/2022).
Pihak BKKBN RI menyebut, angka prepalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 sebesar 24,4%, berdasarkan hasil survei status Gizi Indonesia. Kaitan itu, sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana bersama mitra kerja merupakan sebuah terobosan BKKBN RI untuk mengedukasi masyarakat dalam mencegah stunting.
Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Hj. Kurniasih Mufidayanti M.Si, Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk BKKBN Ir. Mila Rahmawati M.S, Kepala Bidang Penggerakan dan Ketahanan Keluarga Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta Drs. Ibni Sholeh M.Si dan Kepala Seksi Penggerakan dan Ketahanan Keluarga Sudin PPAPP Kota Adm Jakarta Pusat.
Kurniasih Mufidayati mengatakan, BKKBN memiliki tugas hebat dan luar biasa dalam menjaga kualitas keluarga-keluarga Indonesia. BKKBN juga memiliki Program Bangga Kencana, yaitu Pembangunan Keluarga Berencana.
“Program Pembangunan Keluarga inilah yang bisa menjadikan masyarakat mampu bersaing dengan negara-negara lain. Insha Allah kita punya cita-cita menuju Indonesia emas tahun 2045. Dari sekarang stunting kita cegah, stunting diminimalisir,” ujarnya.
Sementara Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk BKKBN Ir. Mila Rahmawati dalam pemaparannya menjelsakan, bahwa anak stunting akan mudah terserang penyakit.
“ASI yang berwarna kuning jangan dibuang dari saat kita melahirkan, biarlah anak datang dan mencari ASI ibunya. Setelah melahirkan ASI diberikan kepada anak antara 10 sampai 15 menit. Inilah yang disebut inisialsi menyusui. Di sinilah kontak pertama antara ibu dan anak,” jelasnya.
Kepala Seksi Penggerakan dan Ketahanan Keluarga Sudin PPAPP Kota Adm Jakarta Pusat, Drs. Bambang Kristianto menjelaskan misalnya seseorang menikah di umur 16 tahun seperti aturan pemerintah, tapi jangan melahirkan sebelum usia 20 tahun.
“Jika melahirkan sebelum usia 20 tahun, pasti ada sesuatu, ada kelainan, dan kesulitan. Kemudian nanti emosionalnya yang tidak stabil. Usia 20 sampai 35 tahun merupakan usia ideal, sehat fisiknya. WHO mengatakan, orang sehat ada tiga, yaitu sehat badan, sehat sosial, dan sehat ekonomi,” paparnya.
Dr. Ibni Sholeh menjelaskan, stunting adalah gagal tumbuh, fisiknya menjadi pendek.
“Maka, pada seribu hari pertama kehidupan, anak harus diperhatikan gizinya, lingkungannya bersih, sanitasi dan sebagainya harus baik,” ujar dia.
Program Bangga Kencana sendiri berfokus untuk mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan sehat, melalui berbagai kelompok kegiatan di masyarakat yang dalam hal ini difokuskan pada Bina Keluarga Remaja. (Supri)




























Comments