BOGOR, INDONEWS – Berbeda dengan Citayam Fashion Week (CFW) yang digelar anak-anak muda dibilangan Sudirman, dan telah dialihkan ke bilangan Kuningan Jakarta Selatan. Usungan temanya seputar fashion dengan lenggak lenggok di zebra cross atau pelataran aspal.
Menurut Ketua Bamusi Bogor, H. Agus Riadi, ada sisi positif berupa ide kreatif. Namun perlu dipagari dengan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan keluhuran akhlak. Bisa jadi tanpa disadari, saking sedang “on” dan “in” ragam pakaian yang sopan kurang diindahkan untuk ditampilkan di muka umum.
“Apalagi lantas terpublikasi secara luas. Semisal, pakaian yang semestinya dikenakan kaum hawa diperagakan oleh kaum adam. Apalagi dengan ukuran yang minimalis, laksana ‘kurang bahan’ mengutip istilah yang sering dilontarkan emak-emak,” katanya, di Bogor, Senin (1/8/2022).
Perjalanan berikutnya, imbuh Kang Agus, seiring masifnya publikasi dan rasa penasaran untuk ikut meramaikan CFW dari beragam kalangan, berdampak mengganggu hak-hak pengguna jalan umum yang juga punya kepentingan masing-masing menjadi tersendat, terhambat.
“Beruntung pihak berwenang segera bertindak demi ketertiban umum dan kenyamanan bersama memanfaatkan fasilitas umum dan jalan raya. Pengalihan tempat yang lebih aman dengan tetap menyediakan sarana berekpresi berkesian berkebudayaan nasional menjadi harapan solusi akan fenomena ini,” tambahnya
Jangan lupa, warisan tatakrama yang sopan dan santun terhadap yang lebih tua, apalagi orang tua dan guru jangan terkikis habis digerus budaya yang menisbatkan modern Barat, namun tak sesuai dengan budaya nusantara.
“Spot gambaran di atas, sebagai ikhtiar untuk mengingatkan kita bersama. Cileudug, Waled dan Buntet (CWB) sebuah daerah di sisi Timur Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang tak lekang mempertahankan budaya ketimuran (Indonesia). Ini patut dicontoh,” tukasnya. (Martua)




























Comments