0

BOGOR, INDONEWS – Ratusan petani merasa jengkel dan kesal. Itu karena sebelumnya PT. MIP menawarkan akan memberi dana tunai pada kelompok tani dari lima desa di Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk perbaikan turap aliran sungai Cikompeni.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan beberapa waktu lalu, Kepala Desa Sirnasari, Yogi telah menghubungi PT. MIP dan menyatakan bersedia mengeluarkan dana untuk netralisasi sungai Cikompeni sebesar Rp. 150 juta.

Hal tersebut disampaikannya di rumah salah satu anggota poktan di Desa Pasir Tanjung dengan disaksikan 4 kepala desa lainnya juga para petani, LSM dan para wartawan, usai rapat dalam menentukan sikap.

“Jika semua anggota poktan sepakat dengan penawaran di angka Rp. 150 juta, Insha Allah hari Senin akan diadakan pertemuan di Cibubur dengan perwakilan pihak poktan,” kata Feri, pihak PT. MIP pada saluran telepon yang di-loudspeaker.

Feri juga meminta agar tidak ada wartawan dan LSM dalam hal dalam pengajuan dan saat penyerahan uang tersebut. Lantas permintaan itu diiyakan kepala desa.

BACA JUGA :  Tanah 1.000 Hektar di Desa Sukamekar Milik Ahli Waris Dikuasai Orang Lain

“Lalu pada Senin 25 juli 2022 lalu, perwakilan poktan mendatangi perusahaan dan menanyakan kembali apa yang dijanjikan PT. MIP sebelumnya. Namun dengan alasan sakit, ternyata diundur,” kata Sarip Hidayat, selaku perwakilan poktan.

Atas pengunduran itu, Sarip mengaku kecewa karena pihak PT MIP tidak memegang komitmen dengan apa yang sampaikan sebelumnya.

“Kami kecewa, ternyata pihak PT. MIP tidak komit dengan omongannya,” keluhnya.

Di tempat sama, Ketua LSM Penjara, Romi Sikumbang dan Ketua LSM Kaliber Wawan Gunawan yang saat ini mengawal permasalahan tersebut mengaku prihatin atas nasib para petani.

“Kasian para petani yang terlunta-lunta nasibnya. Sepertinya PT. MIP dengan sengaja mempermainkan para petani,” kata Romi Sikumbang.

Sementara Wawan Gunawan mengaku akan segera membawa kasus ini ke pihak Tipiter Polres Bogor.

“Perusahaan ini tidak bias dibiarkan. Permasalahan ini akan kami bawa ke pihak polisi,” tegasnya.

Sedangkan salah satu warga, Uki Dasuki mengaku pasrah. Ia sebagai petani sudah merasa putus asa dan lelah dengan situasi saat ini.

BACA JUGA :  Kelurahan Cibaduyut Kidul Dongkrak Potensi Melalui Program Buruan SAE

“Masa bodoh mau dikasih kek, enggak kek. Hanya saya sebagai petani yang terdzholimi, saya akan berdoa agar siapa saja yang mendzolimi mendapat balasan,” ujar Dasuki dengan nada sedih. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Ragam