TUBABA, INDONEWS – Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Zaidirina memperkenalkan hasil pembangunan dan konsep desa cerdas (Smart Village) di daerahnya.
Hal itu dilakukan saat ada kunjungan Kepala Pusat Pengembangan Daya Saing Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Helimiati, Rabu (23/6/2022).
“Kita punya smart village yang sudah bagus. Bahkan, penerapan smart village ini sudah menjuarai lomba tiyuh/desa di Provinsi Lampung. Mungkin dapat dilihat langsung nanti bagaimana inovasi dan penerapannya setelah kita mengunjungi tempat wisata terlebih dahulu,” kata Zaidirina.
Ia mengungkapkan, meski Kabupaten Tubaba cukup jauh dari provinsi, tetapi tetap dapat mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, dan bisa bekerja sama dengan berbagai pihak.
“Semoga ini bisa dijadikan contoh daerah-daerah lainnya. Kabupaten Tubaba saja bisa, masa yang lain tidak bisa,” tukas Zaidirina.
Sementara Kepala Pusat Pengembangan Daya Saing Desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Helmiati saat mengunjungi kabupaten yang dijuluki Ragem Sai Mangei Wawai itu menilai, masyarakat Kabupaten Tubaba memiliki kemauan untuk berinovasi.
“Terbukti bahwasannya masyarakat Kabupaten Tubaba welcome dengan teknologi. Mereka mungkin sudah merasakan bahwa teknologi tepat guna ini dapat meningkatkan produktifitas mereka. Sehingga mau tidak mau akan berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Helmiati berharap, masyarakat Tubaba terus meningkatkan inovasi teknologi tepat guna, karena pihaknya yakin, apapun inovasi yang diupayakan akan membawa manfaat untuk peningkatan ekonomi.
“Sukses untuk Tubaba,” ucapnya.
Soal penerapan teknologi tepat guna di Pulung Kencana, dan penerapan teknologi informasi pelayanan smart village di tiyuh setempat, pihaknya juga mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan Pemerintah Tiyuh Pulung Kencana sejak 2019.
“Sistem informasi desa sudah bagus sekali. Informasi dan pelayanan yang diterapkan sudah by name by address. Hampir semua data yang dibutuhkan masyarakat sudah tersedia di data Smart Village ini. Jadi, sekarang tinggal bagaimana memanfaatkan inovasi, keberadaan pelayanan center itu. Untuk memanfaatkan data, dan potensi desa sehingga mudah untuk dikembangkan,” ungkapnya.
Ia juga meminta kepada Pemkab Tubaba dapat mengutus Pemerintah Tiyuh Pulung Kencana untuk melakukan pemaparan penerapan TTG dengan memanfaatkan hewan burung hantu, pengendalian penerapan smart village, bank sampah yang hasilnya dimanfaatkan untuk pembayaran iuran BPJS masyarakatnya, dan ketersediaan bank darah.
“Dalam waktu dekat, Kemendes akan menggelar pelatihan dan penjurian penerapan inovasi TTG yang dilaksanakan desa di Jakarta. Pemerintah Tiyuh Pulung Kencana diharapkan bisa melakukan pemaparan di sana (Jakarta),” pungkasnya, saat melihat langsung pengaplikasian smart village di Balai Tiyuh Pulung Kencana. (Andre)




























Comments