BIREUEN, INDONEWS — Direktur Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe, Muhammad Ikbal, memastikan beras bantuan pangan tahap II yang disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Bireuen dalam kondisi bersih dan layak untuk dikonsumsi, meskipun secara kasatmata warna beras tampak sedikit kekuningan.
Muhammad Ikbal menjelaskan, perubahan warna tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa beras tidak layak dikonsumsi. Menurutnya, beras yang disalurkan telah melalui proses dan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengonsumsinya.
“Beras bantuan pangan tahap II ini kami pastikan bersih dan layak untuk dikonsumsi. Memang ada yang warnanya terlihat agak kekuningan, namun kondisi tersebut tidak berarti beras tidak layak konsumsi,” ujar Muhammad Ikbal.
Untuk Kabupaten Bireuen, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) pada tahap II periode Juli hingga September mencapai 72.440 orang. Alokasi beras yang disalurkan setiap bulan sebanyak 724.400 kilogram, sehingga total alokasi untuk tiga bulan mencapai 2.173.200 kilogram.
Berdasarkan jumlah penerima, Kecamatan Peusangan menjadi wilayah dengan penerima bantuan pangan beras terbanyak. Tercatat sebanyak 7.444 PBP, dengan alokasi 74.440 kilogram per bulan. Untuk periode Juli hingga September, total realisasi beras mencapai 223.320 kilogram.
Di posisi kedua, Kecamatan Jeumpa memiliki 6.500 PBP, dengan alokasi beras sebanyak 65.000 kilogram setiap bulan. Total realisasi bantuan beras selama periode Juli hingga September mencapai 195.000 kilogram.
Sementara itu, Kecamatan Juli menempati urutan ketiga dengan jumlah penerima sebanyak 5.840 PBP. Alokasi beras yang diterima setiap bulan mencapai 58.400 kilogram, sehingga total realisasi selama Juli hingga September sebanyak 175.200 kilogram.
Adapun kecamatan dengan jumlah penerima bantuan pangan paling sedikit adalah Kecamatan Pandrah, yakni sebanyak 1.805 PBP. Alokasi beras setiap bulan mencapai 18.050 kilogram, dengan total realisasi selama periode Juli hingga September sebesar 54.150 kilogram.
Muhammad Ikbal berharap bantuan pangan yang disalurkan pemerintah melalui Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan dan harga beras yang mengalami kenaikan.
“Kami berharap bantuan pangan dari pemerintah melalui Perum Bulog ini benar-benar dapat membantu meringankan beban masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang, ketika harga beras mengalami kenaikan, bantuan ini setidaknya dapat menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan keluarga,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pangan bukan sekadar komoditas, melainkan kebutuhan dasar yang menyangkut kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap bantuan yang diberikan pemerintah diharapkan tidak hanya sampai kepada penerima, tetapi juga benar-benar memberikan rasa aman, manfaat, dan ketenangan bagi keluarga yang membutuhkan.
“Bantuan pangan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Semoga apa yang disalurkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan menjadi berkah bagi keluarga penerima,” pungkasnya. (Hendra)





























Comments